Hal itu disampaikan Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin, dalam kegiatan Pelibatan Masyarakat dalam Program Keluarga Sakinah, Banten, Rabu (29/11/2023).
"Bimbingan Keluarga akan kami gelar dengan sasaran para orang tua dan calon pengantin, dengan tujuan meningkatkan kualitas ketahanan keluarga dan mencegah terjadinya perkawinan anak," ujarnya.
Zainal menyoroti pentingnya Bimbingan Keluarga dalam menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat. "Dengan tingginya angka perceraian, kita menyadari bahwa hilangnya kasih sayang orang tua dapat membawa dampak serius pada anak-anak," tuturnya.
Zainal menekankan potensi bahaya jika anak-anak kehilangan kedekatan dengan orang tua. "Anak-anak yang kehilangan kasih sayang sangat berpotensi terlibat dalam pergaulan yang kurang sehat," jelasnya.
Persoalan tersebut, lanjutnya, dapat memicu lonjakan angka perkawinan anak di Indonesia, yang pada gilirannya dapat menyebabkan stunting, kekerasan dalam rumah tangga, dan putus sekolah.
"Dengan memberi bimbingan keluarga sedini mungkin, kami berharap dapat menurunkan masalah ini sebelum mencapai tingkat yang lebih serius," pungkas Zainal Mustamin.
Msk/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



