Kabupaten Bandung, Bimas Islam – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas resmi meluncurkan Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) Tingkat Provinsi Jawa Barat. Peluncuran ditandai dengan tabuhan rebana bersama Ketum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf dan tokoh lainnya.
Peresmian sekaligus sosialisasi ini diikuti 27 pengurus cabang NU, 627 MWC NU, dan 5800 Ranting NU se-Jawa Barat.
Selain itu, dihadirkan pula badan otonom (banom), yakni GP Ansor, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU-IPPNU se-Jabar, serta pimpinan Lembaga Kesejahteraan Keluarga (LKK) PWNU Jabar.
Menag yang sekaligus Ketua Satgas Nasional GKMNU mengatakan, GKMNU ini memiliki misi mewujudkan kemaslahatan keluarga Indonesia, tidak hanya bagi warga NU, melainkan juga masyarakat umum.
“Kemenag bekerja sama dengan Nahdlatul Ulama bertekad membentuk gerakan yang bisa dirasakan sampai ke akar rumput, yaitu melibatkan keluarga. Semua warga harus dilibatkan,” kata Menag saat memberi sambutan di Kabupaten Bandung, Jumat (29/9/2023) malam.
Menurutnya, membangun peradaban selalu dimulai dari unsur terkecil dari masyarakat, yaitu keluarga. “Jika ingin mengubah peradaban, mustahil jika tidak dimulai dari keluarga,” imbuhnya.
Dikatakannya, rencana program GKMNU di antaranya pengentasan stunting, bimbingan keluarga, bimbingan remaja di sekolah, dan sebagainya.
"Karenanya, saya meminta komitmen dari bapak ibu untuk bersama-sama bergerak di lapangan. Kita harus lebih bermakna. kita harus bekerja untuk jemaah dan jam'iyah," ungkap Menag.
Pada kesempatan yang sama, Ketum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf mengatakan, kemaslahatan umat secara keseluruhan harus dimulai dari kemaslahatan keluarga.
“Gerakan ini dirancang untuk melayani keluarga, mendampingi, membantu, dan mengasuh keluarga dalam hal apa pun, seperti pembinaan agama, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lainnya,” paparnya.
Menurutnya, program Ketahanan Keluarga kerja sama Kemenag saat ini hanyalah sebagian dari kerja besar GKMNU. "Nanti akan ada program lainnya yang dikerja samakan dengan kementerian dan lembaga pemerintah dan juga dengan pihak swasta," tuturnya.
Hadir, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily, Pj. Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Kapolda Jawa Barat Akhmad Wiyagus, Rois Syuriah PWNU Jawa Barat KH. Abun Bunyamin, Rois Tanfidziyah PWNU Juhadi Muhammad, serta seluruh pengurus dan jemaah Nahdlatul Ulama Jawa Barat.
An/Mr



