Menurut Habib Ja'far, keempatnya, meski berbeda dalam agama yang dianut, hadir untuk membicarakan agama dalam suasana hangat dan penuh moderasi. "Kita membahas keagamaan dalam suasana yang hangat, dipenuhi suasana moderasi, dan tidak baper," jelasnya.
Lebih lanjut, Habib Ja'far mengungkapkan bahwa jokes yang mereka sampaikan bukan untuk membicarakan agama tertentu, melainkan cara beragama pengikutnya. "Kita bisa nongkrong dalam perbedaan agama, disatukan dalam kebaikan," tambahnya.
Sementara itu, Banthe Dira menekanka pentingnya saling mengenal satu sama lain. "Penting untuk saling mengenal pribadi orangnya dan agamanya. Kita juga harus mengenal ajarannya, melihat tempat, kondisi, dan waktu," ujar Banthe Dira.
Keempat tokoh kenamaan tanah air ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, namun juga menjadi penegasan bahwa Kementerian Agama tidak hanya mengurusi satu agama, melainkan seluruh agama di Indonesia.
Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmat Dasuki, beserta eselon I, II, dan III di Kementerian Agama turut menyaksikan penampilan mereka yang disambut antusias oleh ribuan pengunjung.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



