Bukittinggi, Bimas Islam --- Kasi Bimas Islam Zulfakhri didampingi JFU Syamsul Bahri dan Mukriyetti memberikan pembinaan dan arahan dalam pertemuan Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi di aula Kemenag Bukittinggi, Senin (19/10).
Zulfakhri Eri pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap kehadiran para Penyuluh Agama Islam pada pertemuan tersebut.
"Terimakasih atas kehadirannya karena hal ini bukti kita saling menghargai sesama kita yang perlu terus kita tumbuh kembangkan kedepannya, apalagi pertemuan ini sebagai ajang berbagi ilmu," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut kasi Bimas Islam yang enerjik ini mengimbau para penyuluh di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi untuk selalu menjaga kekompakan dan meningkatkan kompetensi.
"Sekarang ini khususnya penyuluh agama Islam Fungsional dituntut untuk lebih kompeten dalam menyampaikan materi penyuluhannya, apalagi di masa pandemi Covid-19. Para penyuluh harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini. Walaupun pandemi Covid-19 melanda negeri, namun materi penyuluhan di harapkan tetap sampai ke pada peserta binaan melalui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi saat ini," harapnya.
Sejalan dengan arahan kasi Bimas Islam Zulfakhri pada pertemuan tersebut juga di isi dengan kegiatan Rencana Tindak Lanjut (RTL)dari dua peserta Diklat PJJ Balai Diklat Keagamaan Padang yang baru saja menyelesaikan Diklat dengan berbagai materi mendalami dunia teknologi khususnya dalam menyampaikan materi binaan.
Pada kesempatan tersebut, Rina Febriza dan Rosmiwati menyampaikan materinya sebagai tindak lanjut dari kegiatan Diklat yang baru saja selesai di ikutinya. Hal ini secara lahirnya memang suatu tuntutan pasca Diklat dari peserta, namun secara tidak langsung kegiatan ini sebagai ajang berbagi ilmu dengan rekan-rekan penyuluh agama lainnya.
Dalam acara RTL ini nampak para peserta sangat antusias sekali dengan adanya pencerahan melalui materi dari mantan peserta Diklat tersebut, sehingga rasanya tidak cukup waktu pembahasan dilakukan untuk sekali pertemuan.
Rusman Edi, selaku ketua Pokjaluh Kota Bukittinggi menyatakan bahwa kegiatan ini perlu di agendakan secara rutin supaya anggota pokjaluh mampu meningkatkan profesionalitasnya dalam melakukan tugas kepenyuluhannya.
"Mari kita ikuti kegiatan ini dengan baik sehingga tugas kepenyuluhan semakin dirasakan lebih menyenangkan dengan inovasi-inovasi baru yang didapat melalui kecanggihan teknologi," tuturnya.
Selanjutnya Rusman Edi selaku ketua dan anggota pokjaluh sangat berterima kasih kepada Kementerian Agama Kota Bukittinggi dan Balai Diklat keagamaan Padang yang telah memfasilitasi penyuluh dalam mengikuti Diklat tersebut.
"Terimakasih kami sampaikan kepada bapak Kakan Kemenag Bukittinggi beserta jajaran, Balai Diklat Keagamaan Padang khususnya para Widyaiswara yang telah memberikan ilmunya kepada pada penyuluh Agama. Kita berharap kedepannya semoga teman-teman anggota pokjaluh yang lainnya juga mendapat kesempatan untuk menerima materi yang sama dalam Diklat yang sama juga. Semoga kegiatan ini dapat mendongkrak kinerja dalam menyampaikan Penyuluhan di tengah-tengah masyarakat," harapnya.
(Rusman Edi-Syafrial/kemenag bukittinggi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



