Menurut Waryono, kenaikan harga bahan pokok, terutama beras, menjadi momentum tepat bagi LAZ dan BAZNAS untuk hadir dan memberi kontribusi memenuhi kebutuhan masyarakat.
Waryono mencontohkan, BAZNAS misalnya, dapat membuat program Pasar Murah dari hasil pengumpulan zakat. "Harga beras yang naik itu agak sulit dijangkau masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi kebawah. Ini adalah momentum yang sangat tepat bagi bapak/ibu yang bergerak di bidang zakat untuk hadir di tengah mereka," ujarnya.
Waryono juga menyoroti daerah-daerah marjinal yang seringkali luput dari perhatian media atau survei. Ia menegaskan perlunya perhatian khusus dan tindak lanjut dari lembaga zakat terhadap daerah-daerah tersebut.
“Jika kita jalan-jalan ke kampung di daerah-daerah yang mungkin marjinal, mendengar suara lirih masyarakat, hari ini mereka sangat membutuhkan kehadiran kita. Saya atas nama Kemenag, mendorong kita semua untuk hadir di tengah masyarakat,” ungkap Waryono.
Waryono memandang kolaborasi antara LAZ, BAZNAS, dan Kemenag sebagai penguatan dalam menghadapi tantangan ini. Ia melihat bahwa tingkat kemiskinan sebanyak 22,9 persen menurut data Badan Pusat Statistik dapat ditangani oleh 69 LAZ.
“Kita berkolaborasi betul, karena dengan cara seperti ini, energi kita semakin kuat, energi kita semakin banyak, semakin banyak orang yang akan merasakan kehadiran kita. Semoga juga tidak akan overlapping. Saya membayangkan 22,9 persen tingkat kemiskinan itu bisa diatasi oleh 69 Lembaga Amil Zakat,” pungkas Waryono.
Fn/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



