Jakarta, Bimas Islam --- Memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tanggal 10 Oktober 2020, Sesditjen Bimas Islam M. Fuad Nasar menggarisbawahi pentingnya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya peran agama dalam kesehatan jiwa (mental).
Fuad Nasar mengutip Prof. Dr. Hj. Zakiah Daradjat, pelopor Psikologi Islam di Indonesia dalam bukunya Kesehatan Mental (cetakan ke-23 tahun 2001) yang mengemukakan, bahwa yang menentukan ketenangan dan kebahagiaan hidup adalah kesehatan mental. Kesehatan mental pulalah yang menentukan apakah orang akan mempunyai kegairahan untuk hidup, atau akan pasif dan tidak bersemangat. Orang yang sehat mentalnya tidak akan lekas merasa putus asa, pesimis atau apatis, karena ia dapat menghadapi semua rintangan atau kegagalan dalam hidup dengan tenang dan wajar dan menerima kegagalan itu sebagai suatu pelajaran yang akan membawa sukses nantinya.
Dalam buku berjudul Kebahagiaan (1988) Zakiah Daradjat memaparkan beberapa penyakit kejiwaan yang menjadi penyebab hilangnya kebahagiaan, yaitu iri, dendam, cemas, dan stress.
Fuad Nasar mengungkap kontribusi Zakiah Daradjat lewat karya dan dakwahnya menggugah kepedulian pemerintah, kalangan pendidik dan masyarakat tentang ilmu jiwa agama sebagai cabang ilmu pengetahuan yang baru di Indonesia. Kursus pendidikan kesehatan jiwa menurutnya perlu dikembangkan di tengah masyarakat kita yang mengalami era pancaroba. Zakiah Daradjat selalu mengingatkan peran agama sebagai faktor yang berperan penting dalam kesehatan jiwa/mental. Ulama perempuan yang semasa hidupnya setia mengisi siaran Kuliah Subuh RRI Jakarta itu menguraikan pentingnya kesehatan mental bagi setiap orang. Menurutnya, kesehatan mental mempengaruhi perasaan, pikiran, kelakuan dan kesehatan jasmani
Ketaatan beragama dan menghindari dosa, baik dosa kepada Allah maupun kezaliman pada sesama manusia, sangat penting dalam rangka menjaga kesehatan jiwa.
Keilmuwan guru besar dan semangat kejuangan sebagai pengabdi masyarakat, seperti yang dicontohkan Ibu Zakiah Daradjat di masa lalu, sangat dibutuhkan di era sekarang ini.
Menurut Fuad Nasar, persaingan hidup dan tantangan kehidupan materialisme yang semakin keras, tak bisa hanya dihadapi dengan akal dan ilmu. Agama sangat penting dan dibutuhkan untuk mengatasi kegelisahan jiwa manusia dan sumber kekuatan batin yang tak tergantikan.
Zakiah Daradjat lahir di Koto Marapak, Kecamatan Ampek Angkek, Bukittinggi, Sumatera Barat tanggal 6 November 1929 dan wafat di Jakarta tanggal 15 Januari 2013 pada usia 83 tahun. Zakiah Daradjat menamatkan pendidikan S2 dan S3 pada Ein Shams University, Faculty of Education Mental Hygiene Department di Cairo, Mesir. Gelar master di bidang Mental Hygiene diraihnya tahun 1959 dan gelar Ph.D tahun 1964 dengan disertasi doktor yang diterbitkan berjudul “Perawatan Jiwa Untuk Anak-Anak”. Pada 1 Oktober 1982 ia dikukuhkan sebagai Guru Besar IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Bidang Ilmu Jiwa Agama.
Buku-buku karya Zakiah Daradjat antara lain: Ilmu Jiwa Agama, Problema Remaja di Indonesia, Pendidikan Orang Dewasa, Kepribadian Guru, Membina Nilai-Nilai Moral di Indonesia, Menghadapi Masa Menopause, Peranan Agama Dalam Kesehatan Mental, Islam dan Kesehatan Mental, Shalat Menjadikan Hidup Bermakna, Zakat Pembersih Harta dan Jiwa, Puasa Meningkatkan Kesehatan Mental, Haji Ibadah Yang Unik, Doa Menunjang Semangat Hidup, Kesehatan Mental Dalam Keluarga, Remaja Harapan dan Tantangan dan lain-lain.
Puluhan buku terjemahan dari bahasa Arab dan Inggris telah lahir dari tangan seperti, Pokok-Pokok Kesehatan Jiwa/Mental (Prof. Dr. Abdul Azis El-Quussy), Anda dan Kemampuan Anda (Virgina Bailard), Dendam Anak-Anak (Prof. Dr. Mustafa Fahmi), Anak-Anak Yang Cemerlang (Prof. Dr. Paul Wetty), Bimbingan Pendidikan dan Pekerjaan (Prof. Dr. Attia Mahmoud Hana).
Fuad mengutip surat Zakiah Daradjat tertanggal Cairo 18 September 1960 kepada sahabatnya Dra. Hj. Isnaniah Saleh (Pimpinan Diniyah Puteri Padang Panjang, wafat 1990), sebagai berikut: “Orang yang berbahagia ialah orang yang dapat menghadapi segala keadaan dan suasana. Dan selalu merasa bahwa kita dibutuhkan dan berguna bagi perbaikan nusa, bangsa dan agama.”
Mantan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf itu mengenang sosok Zakiah Daradjat salah satu tokoh panutan karena reputasi keilmuan, amal pengabdian, dan kepribadiannya. Meski beliau pernah diangkat dalam jabatan tinggi di Kementerian Agama dan pernah menjadi anggota lembaga tinggi negara, Dewan Pertimbangan Agung, namun kedudukan dan jabatan tidak melunturkan kesederhanaan hidupnya sampai akhir hayat.
Untuk diketahui, menurut data WHO, hampir 1 milyar orang di dunia saat ini mengalami gangguan kesehatan mental dan menghadapi keterbatasan akses layanan keperawatan kesehatan mental atau jiwa. Di Indonesia, angka gangguan jiwa tertinggi di Asia Tenggara. Menurut survei tahun 2016, terjadi 5 kematian setiap harinya akibat bunuh diri.
(Humas Bimas Islam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



