Selain Menag, tampak juga Menteri Pekerjaan Uumum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, Kepala Polri Jendral Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Hadir juga, Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirates Arab (UEA) Suhail Al Mazrouei dan jajarannya, Ketua MUI K.H Anwar Iskandar.
Harlah ke-101 NU mengangkat tema 'Memacu Kinerja, Mengawal Kemenagan Indonesia'. Tema ini, dianggap mencerminkan komitmen NU untuk tetap menjaga dan merawat kesatuan dan persatuan Republik Indonesia.
Pada sambutannya, Presiden RI Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada Nahdlatul Ulama atas komitmennya dalam menjaga NKRI. "Kontribusi yang luar biasa dalam menjaga NKRI, menjaga Pancasila, menjaga Bhineka Tunggal Ika, serta sikap toleran dan ajaran moderat yang dianut menjadi inspirasi dunia. Ini adalah berkat komitmen kiyai, ibu nyai, dan para santri," ucap Jokowi kepada para Nahdliyin yang hadir.
Presiden pun berharap, agar NU terus berkiprah serta berkontribusi terus untuk menjaga Keutuhan NKRI. "Terima kasih, dan mohon terus memberi kontribusi untuk keutuhan dan kemajuan NKRI yang saya cintai ini," katanya.
Pada kesempatan ini, Presiden juga melakukan penandatanganan prasasti peresmian Gedung UNU Yogyakarta yang dibangun oleh Kementerian PUPR. "Hadirin yang saya muliakan. Saya senang tadi yang disampaikan Ketum PBNU bahwa ini sebuah lompatan dan kemajuan bagi NU. Saya pernah meminta UNU Yogyakarta bukan dirancang untuk biasa-biasa saja, harus luar biasa, harus jadi lokomotif kemajuan pendidikan NU," ungkap Presiden.
Presiden juga berterima kasih kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X yang memfasilitasi gedung baru UNU Yogya ini dengan menyediakan satu hektar tanah. Selain itu, Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden UEA Sheikh Mohammed Bin Zayed yang bersedia bekerja sama dengan UNU dan membuat MBZ Collage For Future Studies yang merupakan sekolah pascasarjana dengan fokus kajian masa depan.
"Saya juga mengucapkan kepada saudara saya, Presiden Syeikh MBZ yang saat ini diwakili, terima kasih beliau berkenan membantu UNU Yogya untuk mendirikan MBZ Collage For Future Studies. Pembangunan ini sebagai inisiatif kunci untuk menunjukan kesiapan menyongsong masa depan." jelasnya.
“Momen ini sangat penting bagi NU dan masyarakat Indonesia untuk menyiapkan SDM-SDM yang menguasai pengetahuan dan keterampilan di masa depan, untuk memecahkan masalah dan memanfaatkan peluang di masa yang akan datang, agar Indonesia berada di barisan depan, berada dengan negara-negara maju,” tutupnya.
(kemenag.go.id)
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



