Jakarta, Bimas Islam-- Skor Indeks Literasi Al-Qur'an masyarakat Indonesia di tahun 2023 terbilang tinggi, yakni berada di angka 66,038. Angka itu didapat dari hasil survei yang dilakukan terhadap 10.347 responden di 34 provinsi.
Demikian disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam, Kementerian Agama, Ahmad Zayadi dalam release hasil survei 'Potensi Literasi Al-Qur'an Masyarakat Indonesia Tahun 2023', di Kantor Kementerian Agama, Jl. M.H. Thamrin No.6 Jakarta Pusat, Rabu (11/10/2023).
"Berdasarkan hasil perhitungan terhadap 10.347 responden di Indonesia, diperoleh hasil indeks literasi Al-Qur'an Tahun 2023 yang tinggi, yakni di angka 66,038," jelasnya.
Kompetensi yang disurvei, imbuh Zayadi, adalah terkait dengan dengan kemampuan baca dan tulis. "Di kedua kompetensi tersebut, indeksnya cukup tinggi," imbuhnya.
Zayadi menyampaikan, berdasarkan hasil survei tersebut, kemampuan masyarakat mengenali huruf dan harkat Al-Qur'an baru mencapai angka 61.51%. Kemampuan mampu membaca susunan huruf menjadi kata, baru mencapai angka 59.92%. Sementara kemampuan membaca ayat dengan lancar, baru mencapai 48.96%.
"Untuk kompetensi membaca Al-Qur’an dengan lancar, sesuai dengan kaidah tajwid dasar dan tanpa kesalahan mencapai kategori sedang, yaitu 44.57%," ungkapnya.
Meski demikian, Zayadi mengatakan, masih terdapat 38,49% masyarakat yang belum tersentuh literasi Al-Qur'an. Menurutnya, hal itu menjadi pekerjaan rumah tersendiri.
"Masih terdapat 38,49% masyarakat Muslim di Indonesia yang belum memiliki literasi Al-Qur'an dengan baik pada kompetensi baca. Ini pekerjaan rumah kita," jelasnya.
Selain kemampuan membaca, kata Zayadi, kompetisi menulis Al-Qur'an masyarakat Muslim di Indonesia juga terbilang tinggi, yaitu di atas 60,00. Namun, masih terdapat 44,25% masyarakat Muslim yang belum memiliki literasi Al-Qur'an dengan baik pada kompetensi menulis.
Hasil survei ini, imbuh Zayadi, menjadi rujukan Kementerian Agama dalam mengambil kebijakan.
"Survei ini untuk memetakan kemampuan masyarakat dalam membaca dan menulis Al-Qur’an di tahun 2023. Ini akan berimplikasi pada kebijakan kita terkait dengan baca tulisan Al-Qur’an ke depan," ujarnya.
Ba/Mr



