Jakarta, Bimas Islam -- Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa meniup makanan panas hukumnya makruh dalam Islam.Pandangan ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:
ย
ูุนู ุงุจู ุนุจุงุณ ุฑุถู ุงูููู ุนููู
ุง ุฃู ุงููุจู ููู ุฃู ูุชููุณ ูู ุงูุฅูุงุก ุฃู ูููุฎ ููู
ย
Artinya: โDari Ibnu Abbas RA, bahwa Nabi Muhammad SAW melarang pengembusan nafas dan peniupan (makanan atau minuman) pada bejana,โ (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
ย
Berdasarkan hadis itu, Syekh Abu Zakariya Al-Anshari, Asnal Mathalibmengatakanulama Syafiโiyah kemudian memasukkan ke dalam adab mengonsumsi makanan, salah satunya tidak mengonsumsi makanan atau minuman dalam keadaan panas. Seseorang dianjurkan mengonsumsi makanan atau minuman setelah agak dingin.
ย
ููููุง ููุฃููููููู ุญูุงุฑููุง ุญูุชููู ููุจูุฑูุฏู
ย
Artinya: โIa tidak memakannya dalam keadaan panas sampai agak dingin,โ
ย
Menghindari makanan atau minuman panas memang lebih baik untuk kesehatan. Makanan atau minuman panas dapat menyebabkan iritasi pada lidah, kerongkongan, dan perut. Iritasi ini dapat menyebabkan rasa sakit, luka, dan bahkan kanker.
ย
Solusi terbaik adalah menunggu sampai suhu makanan atau minuman turun hingga mendekati suhu ruangan. Namun, jika membutuhkan waktu cepat, Anda dapat meniupnya, menggunakan kipas, atau merendam wadahnya.Jangan menggunakan mulut untuk meniupnya, sebaimana dijelaskan oleh Syekh Manshur Al-Bahuti,dalam kitabKasysyaful Qina โan Matnil Iqna, berikut:
ย
ูู ููููุฑูู (ุงูุชูููููููุณู ููู ุฅููุงุกูููููู
ูุง) ููุฃูููููู ุฑูุจููู
ูุง ุนูุงุฏู ุฅูููููู ู
ููู ููููู ุดูููุกู (ููุฃููููููู ุญูุงุฑููุง) ููุฃูููููู ููุง ุจูุฑูููุฉู ููููู ููู
ูุง ููู ุงููุฎูุจูุฑู (ุฅูู ููู
ู ุชููููู ุญูุงุฌูุฉู) ุฅููู ุฃููููููู ุญูุงุฑููุง ููููุจูุงุญู
ย
ย
Artinya: โMeniup wadah keduanya (makanan atau minuman) dimakruh karena sering kali sesuatu (racun/karbon dioksida) di mulut kembali ke wadah. Demikian juga makruh mengonsumsinya dalam keadaan panas karena tidak mengandung keberkahan di dalamnya sebagaimana di hadits jika tidak ada hajat untuk mengonsumsinya dalam keadaan panas. (Tetapi jika ada hajat), maka itu dimubah,โ
(Tim Layanan Syariah)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Seblak Sampai ke MK, Siapa Mendampingi Usaha Kecil?
Oleh: Dr. Nur Kumala Dewi, S. Kom., M.Pd.* Menjelang 18 Oktober 2026, memahami halal dan menjaga penghasilan bisa dimulai dari langkah sehari-hari.โฆ



