ย
Sebagaimana dalam keterangan beliau dalam kitab Matan Abi Sujaโ halaman 25 berikut;
ย
ุงูู
ูุงู ุงูุชู ูุฌูุฒ ุงูุชุทููุฑ ุจูุง ุณุจุน ู
ูุงู: ู
ุงุก ุงูุณู
ุงุกุ ูู
ุงุก ุงูุจุญุฑุ ูู
ุงุก ุงูููุฑุ ูู
ุงุก ุงูุจุฆุฑุ ูู
ุงุก ุงูุนูู, ูู
ุงุก ุงูุซูุฌุ ูู
ุงุก ุงูุจุฑุฏ
ย
Artinya : "Air yang dapat digunakan untuk bersuci ada tujuh macam, yakni air hujan, air laut, air sungai, air sumur, air mata air, dan air salju, dan air dari hasil hujan es."
ย
Tujuh macam air itu disebut sebagai air mutlak selama masih pada sifat asli penciptaannya. Bila sifat asli penciptaannya berubah maka ia tak lagi disebut air mutlak dan hukum penggunaannya pun berubah.
ย
Meskipun begitu, bagi seseorang tetap diperbolehkan bersuci dengan air limbah yang terkena limbah, selama limbah tersebut tidak sampai mengubah warna, rasa, atau bau dari air. Namun, apabila ada benda najis atau benda hasil limbah sampai larut kedalam air, sehingga merubah warna, bau dan rasa air, maka tidak lagi dapat digunakan untuk bersuci.
ย
Sebagaimana keterangan Imam Syafiโi, dalam kitab Al-Umm, juz 1, halaman 20 berikut,
ย
ููุฅูุฐูุง ููููุนู ููู ุงููู
ูุงุกู ุดูููุกู ุญูููุงูู ููุบููููุฑู ูููู ุฑููุญูุง ุฃููู ุทูุนูู
ูุงุ ููููู
ู ูููููู ุงููู
ูุงุกู ู
ูุณูุชูููููููุง ููููู ููููุง ุจูุฃูุณู ุฃููู ููุชูููุถููุฃู ุจููู ููุฐููููู ุฃููู ููููุนู ููููู ุงููุจูุงูู ุฃููู ุงููููุทูุฑูุงูู ููููุธูููุฑู ุฑููุญููู ุฃููู ู
ูุง ุฃูุดูุจููููู. ููุฅููู ุฃูุฎูุฐู ู
ูุงุกู ููุดููุจู ุจููู ููุจููู ุฃููู ุณูููููู ุฃููู ุนูุณููู ููุตูุงุฑู ุงููู
ูุงุกู ู
ูุณูุชูููููููุง ููููู ููู
ู ููุชูููุถููุฃู ุจูููุ ููุฃูููู ุงููู
ูุงุกู ู
ูุณูุชููููููู ููููู ุฅูููู
ูุง ููููุงูู ููููุฐูุง ู
ูุงุกู ุณูููููู ููููุจููู ููุนูุณููู ู
ูุดููุจู
ย
Artinya: โJika ada air kemasukan benda halal (suci) kemudian mengubah bau dan rasanya sedangkan antara benda yang membuat berubah dan air tidak melebur jadi satu, maka wudhu menggunakan air yang seperti ini hukumnya sah. Misalnya ada air kemasukan kayu atau tir kemudian baunya menyengat atau sejenisnya.
ย
Jika ada orang mengambil air, lalu dicampur dengan susu, tepung atau madu sehingga airnya larut menjadi satu, maka wudhu dengan air seperti ini hukumnya tidak sah. Karena air larut bersama benda dan mengubah netralitas nama air, bisa menjadikan namanya berubah menjadi air tepung, air susu, dan air madu.โ
ย
Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa seseorang tetap diperbolehkan bersuci dengan air yang terkena limbah, selama limbah tersebut tidak sampai mengubah warna, rasa, atau bau dari air. Namun, apabila ada benda najis atau benda hasil limbah sampai larut kedalam air, sehingga merubah warna, bau dan rasa air, maka tidak lagi dapat digunakan untuk bersuci.
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam โ Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, danโฆ
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam โ Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unitโฆ
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.โฆ



