Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin, memberi dukungan penuh terhadap peluncuran tersebut. Ia menilai, platform tersebut dapat menjadi alat efektif untuk mengaktifkan dan memperluas dampak kegiatan penyuluh secara masif.
Menurut Kamaruddin, website dan media sosial menjadi wujud aktualisasi IPARI dalam meningkatkan rekognisi dan produktivitas penyuluh agama di komunitas binaan. Lebih lanjut, ia menyatakan, media ini bisa menjadi sarana komunikasi antarpenyuluh di berbagai daerah untuk saling berinovasi dan menginspirasi.
"IPARI sudah memiliki website dan sosial media, khusus untuk menyampaikan semua kegiatan penyuluh agama. Semuanya harus dikemas dengan instrumen komunikasi yang efektif, seperti berjalan di jalan tol, melalui medium yang dapat menembus ruang dan waktu kapan pun dan di mana pun," ujar Kamaruddin.
Kamaruddin berharap, hadirnya website dan media sosial ikatan penyuluh agama tingkat nasional ini menjadi dorongan bagi penyuluh agama lebih mendapat perhatian dan pengakuan masyarakat luas.
"Ini menjadi tanggung jawab kita, untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam melakukan sesuatu agar dapat menyampaikan apa yang benar-benar terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kita sedang berjuang keras agar eksistensi penyuluh agama diakui. Harus ada gerakan kolektif kelembagaan yang harus kita lakukan untuk memastikan bahwa pesan yang ingin kita sampaikan ke publik tersampaikan secara efektif," ungkap Kamaruddin.
Website IPARI tersebut yaitu IPARI.or.id. Selain itu, IPARI juga merilis Kartu Tanda Anggota dalam Rakernas kali ini.
Fn/Mr



