"Disejalankan dengan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji, kita juga memberi layanan lainnya, seperti layanan pernikahan, dokumen kepenghuluan seperti kawin tidak tercatat, pembuatan sertifikat halal, kalibrasi arah kiblat, serta wakaf," kata Kakankemenag Lingga, Muhammad Nasir, Jumat (17/11/2023).
Kali ini, lanjut Nasir, agak istimewa, karena Kepala Desa Kelumu berikrar mewakafkan tanahnya di atas perahu LANTERA. Tanah tersebut diwakafkan untuk pemakaman umum. "Hal ini patut kita apresiasi," imbuhnya.
Kepala Penyelenggara Zakat Wakaf, Lushendra mengatakan, hal itu merupakan peristiwa monumental. "Tanah seluas 7.440 M2 diikrarkan di atas perahu LANTERA, disaksikan oleh dua orang saksi. Sedangkan nazir langsung ditunjuk oleh wakif," ujar Lushendra.
Kades Kelumu, Ismet mengatakan, sudah lama keinginan dirinya beserta keluarga untuk mewakafkan tanahnya. "Terkadang karena kesibukan dan belum mengetahui alur prosesnya jadi ditunda-tunda. Dengan kedatangan perahu LANTERA ke Desa Kelumu, kami dapat berkonsultasi langsung. Selanjutnya langsung berikrar wakaf. Ternyata sangat mudah, dan LANTERA ini efektif memberi layanan," ungkap Ismet.
Ia berharap, LANTERA terus berlayar menyusuri pulau-pulau di Lingga. Sebab, katanya, masih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan keagamaan.
(zaid/mr)
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



