Padang, Bimas Islam --- Panitia Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-28 menerapkan inovasi berbasis teknologi berupa sidik jari untuk mengidentifikasi peserta yang akan bermusabaqah. Verifikasi sidik jari diterapkan sejak peserta melakukan daftar ulang di Asrama Haji Kota Padang, Padang, Sumbar, Kamis (12/11/20).
"Ketidaksinkronan antara peserta yang mendaftar dan saat tampil tidak mungkin dijumpai dengan adanya penggunaan sidik jari." kata Panitia MTQN ke-28, Ali Sibro Malisy di Asrama Haji Kota Padang, Padang, Sumbar, Kamis (12/11/20) malam.
Perekaman sidik jari tersebut dilakukan saat peserta melakukan daftar ulang. Selanjutnya, perekaman akan digunakan saat peserta tampil.
"Peserta yang sudah mengikuti MTQ tahun lalu otomatis sudah terekam dalam database. Peserta baru harus melakukan perekaman. Ini upaya kita untuk memvalidasi kepesertaan." tambahnya.
Saat pelaksanaan musabaqah, seluruh peserta di semua cabang diberikan nomor urut yang sekaligus nomor tampil. "Nomor urut sekaligus nomor tampil. Peserta putri dengan nomor ganjil. Peserta laki-laki dengan nomor genap." ungkap Ali.
Pada hari pertama, empat kafilah melakukan daftar ulang pada Kamis (12/11/20) malam. Meliputi kafilah dari Sumatera Barat sebagai tuan rumah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Riau. Sebanyak 211 peserta mendaftar ulang dari empat provinsi tersebut.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



