Waryono menekankan perlunya penguatan amil zakat dan pengumpulan dana sosial kemanusiaan dengan standar yang lebih tinggi bagi BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat. "Tantangan amil zakat dan filantropi menjadikan amil dan pengumpulan dana yang memiliki skill, kualitas, dan kapasitas yang memadai," ungkapnya.
Tak hanya itu, Waryono juga mendorong lembaga filantropi untuk mendorong regenerasi lembaga filantropi Islam yang berkomitmen terhadap gerakan kemanusiaan. "Dalam melanjutkan gerakan filantropi, kita harus mempersiapkan regenerasi yang baik agar penerus memiliki komitmen yang sama dengan pendiri lembaga filantropi tersebut," tambahnya.
Dalam konteks kolaborasi, Waryono menekankan pentingnya dialog dan aksi bersama dari semua pihak yang terlibat dalam gerakan filantropi dalam menghadapi perkembangan isu-isu kemanusiaan. "Tantangan kemanusiaan tidak mudah, maka dialog adalah bagian dari kolaborasi. Agar, program (filantropi) bisa tepat sasaran dan tepat waktu serta tepat guna," jelasnya.
Waryono memahami adanya perbedaan pendapat dalam gerakan filantropi, namun ia menegaskan bahwa tujuan semua lembaga filantropi harus sejalan, yaitu kemanusiaan. "Dalam kolaborasi boleh jadi ada perbedaan, namun perlu diniatkan bahwa tujuan baik filantropi ini untuk mengangkat harkat martabat manusia," tegasnya.
Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Rahmad Riyadi, menambahkan bahwa manajemen Dompet Duafa telah mengalami perkembangan sejak digagas oleh Direktur Republika, Parni Hadi pada tahun 1993. Tahun 2023 ini, program Dompet Dhuafa sudah berbasis kawasan dengan fokus pemberdayaan berbasis zakat dan wakaf. "Ada 28 kawasan secara terpadu dalam model pemberdayaan berbasis zakat dan wakaf," jelasnya.
Selama tahun 2023, Dompet Dhuafa berhasil membantu sekitar 2,3 juta penerima manfaat dengan dukungan dari 20.896 relawan di 28 provinsi di seluruh Indonesia.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



