Padang, Bimas Islam --- Untuk menjadi juara dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) peserta harus tampil sebaik mungkin di depan para hakim yang menilai secara langsung.
Kepada bimasislam salah satu panitera cabang Tilawah Al-Qur'an Golongan anak-anak dan disabilitas netra, Udin Saefudin mengatakan dalam cabang Tilawah Al-Qur'an ada tiga poin yang dinilai, yaitu lagu, tajwid dan fashahah.
“Sesuai dengan blangko nilai yang telah disediakan, penilaiannya terdiri dari lagu, tajwid dan fashahah” ujar Saefuddin disela-sela pelaksanaan MTQ Nasional ke-28 yang saat ini memasuki babak penyisihan.
Sementara itu, Dewan Hakim Tilawah Al-Qur'an Golongan anak-anak dan disabilitas netra, Siti Hajrul Kasmi mengungkapkan untuk poin lagu yang dinilai suara, jernih, bersih dan tidak serak.
“Kalau semua terpenuhi, lagunya akan indah dan ada penghayatan. Karena ada orang yang membaca Qur'an, suara tinggi namun tidak ada penghayatan,” katanya, di Aula Rohana Kudus, Senin (16/11) siang.
Sedangkan, untuk tajwid lanjutnya, seluruh peserta dilihat makroj dan hukum-hukum bacaan. Untuk fashahah, Siti menegaskan bahwa seluruh peserta harus membaca secara fasih agar mendapat nilai sempurna.
Sebanyak 37 peserta golongan anak-anak dan 54 peserta golongan disabilitas netra dari 32 Provinsi terdaftar dalam cabang Tilawah Al-Qur'an, MTQ Nasional ke-28 di Provinsi Sumatera Barat.
Perlombaan cabang Tilawah Al-Qur’an kategori anak-anak dilakukan pukul 08.00 sampai 12.00. Sedangkan disabilitas netra pukul 13.30 sampai 17.30. Babak penyisihan akan dilaksanakan sampai tanggal 18 November dan final tanggal 19 November 2020.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



