"Saya merasa masih saja ada kesalahpahaman di antara kita terkait moderasi beragama, setidaknya kesalahpahaman itu terkait dengan istilah. Masih saja ada yang mengatakan moderasi agama, sehingga pemahamannya menjadi sesuatu yang tidak semestinya. Padahal bukan agama yang dimoderasi, tapi kehidupan beragamanya," ungkap Lukman.
Menurut Lukman, moderasi berarti berada di tengah, bukan di antara yang benar dan salah atau baik dan buruk. Dia menekankan, yang benar dan salah memiliki jawaban yang pasti, namun moderasi berada di tengah-tengah antara dua kutub ekstrem.
"Istilah ekstrem mengacu pada cara beragama yang berlebihan dan melampaui batas. Dua kutub ekstrem ini adalah ketika cara beragama terlalu menekankan pada teks-teks agama secara literal atau terlalu longgar dalam penafsiran teks-teks agama tanpa batas," tambahnya.
Lukman menjelaskan, moderasi beragama bukanlah tentang menjadi konservatif dalam beragama, melainkan tentang menghindari ekstremisme yang berlebihan. Dalam menyikapi individu yang cenderung ekstrem, Lukman menegaskan perlunya pendekatan yang moderat, bukan dalam bentuk persekusi atau pengeksekusi, karena hal tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai agama.
"Bersikap moderat berarti bagaimana membawa mereka yang ekstrem menjadi moderat," tandas Lukman.
Fn/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



