Jakarta, Bimas Islam -- Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) selama tiga hari, Senin-Rabu (25-27/3/2024) di Jakarta. Rakor ini membahas tiga fokus komitmen kinerja/Pakta Integritas dan rencana aksi pencapaian bidang Urais Binsyar tahun 2024.
“Fokus pertama ialah penguatan digitalisasi buku keagamaan, beberapa tujuan utama digitalisasi buku keagamaan adalah memberikan aksesibilitas yang lebih luas, penyebaran pengetahuan agama yang lebih efisien dan dari sumber yang otoritatif, juga preservasi dan pelestarian buku keagamaan,” papar Direktur Urais dan Binsyar, Adib di Jakarta, Selasa (26/3/2024).
Dikatakannya, salah satu strateginya adalah penguatan Regulasi PMA Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Pengesahan Standar Mutu Buku Umum Keagamaan Standarisasi Sistem Layanan, serta digitalisasi 4.000 judul buku.
Kedua, yaitu percepatan revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM). Adib menyebut, revitalisasi ini sebagai upaya peningkatan pelayanan keagamaan melalui masjid, peningkatan manajemen masjid, dan pemberdayaan masyarakat dan ekonomi melalui masjid/musala.
“Saat ini total ada 23.125 BKM daerah. Pembentukan BKM ini akan terus bertambah sejalan dengan pengembangan dan implementasi program kolaboratif dengan lintas sektoral,” imbuhnya.
Ketiga, lanjutnya, penyusunan Juklak dan Juknis Deteksi Dini sebagai upaya implementasi KMA No. 322 tahun 2023 tentang Sistem Peringatan Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan, sehingga perlu disusun petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) yang komprehensif.
Adib menambahkan, salah satu inovasi program prioritas bidang Urais dan Binsyar pada Subdit Hisab Rukyat dan Syariah yaitu, sinkronisasi program pusat-daerah dan
rencana aksi digitalisasi layanan hisab rukyat.
“Selain itu, kami juga memetakan penguatan layanan urusan agama Islam di KUA agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat seperti pengukuran arah kiblat, konsultasi syariah, pendaftaran ID masjid, rekomendasi bantuan, agen resolusi konflik, serta sistem cegah dini,” pungkasnya.
An/Mr



