Jambi, Bimas Islam-- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf mengunjungi Yayasan Wakaf Zulyaden di Pondok Pesantren Darul Aufa, yang terletak di Batang Hari, Jambi, Selasa (31/10/2023). Yayasan ini adalah salah satu penerima bantuan Program Inkubasi Wakaf Produktif yang telah dicanangkan dalam dua tahun terakhir oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, bertujuan untuk mengembangkan tanah wakaf yang masih belum dimanfaatkan secara ekonomis.
Sejumlah yayasan dan badan hukum telah menerima bantuan program inkubasi wakaf produktif ini. Yayasan wakaf ini memiliki visi untuk menjadi lembaga wakaf yang tangguh, amanah, gotong royong, bermutu, kompetitif, dan visioner dalam mengelola aset wakaf. Saat ini, mereka telah mengembangkan usaha perikanan budidaya ikan patin, gurame, serta pengolahan abon ikan patin dan mie fatin.
Dalam kunjungannya, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono, melihat secara langsung bagaimana program ini telah berhasil meningkatkan kegiatan ekonomi pesantren dan memberikan dampak positif pada masyarakat sekitar.
"Ini merupakan bukti nyata dari potensi besar wakaf produktif dalam mengembangkan ekonomi umat. Kami berharap program ini akan mencapai kemandirian dan kemakmuran pesantren yang berkelanjutan," ujarnya.
Waryono juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf dengan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren. Nazir yayasan, Saifuddin menjelaskan, saat ini mereka mengelola budidaya perikanan ikan nila dan gurame, serta olahan abon patin dan mie patin. "Usaha budidaya perikanan ini telah berjalan dengan baik, dengan omset rata-rata Rp2 juta untuk setiap 100 kg ikan yang dipanen," tuturnya.
Selain itu, mereka telah membentuk BLK Komunitas dengan kejuruan untuk pengolahan abon dan mie ikan patin. Saifuddin berharap pengolahan abon ikan patin dan mie patin dapat menjadi kurikulum atau materi pokok dalam kegiatan pelatihan berbasis kompetensi di BLK Komunitas Pondok Pesantren Darul Aufa.
"Dengan perkembangan usaha ini, yayasan dapat memberikan bantuan kepada seluruh majelis guru yang berjumlah 22 orang, santri pondok pesantren yang kurang mampu berjumlah 15 orang, dan membuka lapangan kerja bagi wali santri di sekitar yayasan,"pungkasnya.
Andayani/Mr



