Kemeriahan terlihat dari antusiasme pengunjung Booth Ditjen Bimas Islam. Para pengunjung mendapat suvenir berupa baju, tumblr, cangkir, buku, dan hadiah menarik lainnya.
Selain itu, Booth Bimas Islam juga membagikan Al-Qur'an gratis dengan menggelar kuis sambung ayat. Kuis Kahoot juga ikut meramaikan booth dengan hadiah menarik bagi tiga orang pemenang.
Salah satu pengunjung Booth Bimas Islam, Firman dari MAN 4 Kabupaten Bogor mengaku senang bisa mendapatkan suvenir.
"Senang banget tadi sempat main Kahoot, walaupun tidak dapet hadiah tapi setidaknya bisa dapat pengetahuan baru," ungkap Firman kepada wartawan, Jumat (5/1/2023).
Pengunjung lainnya, Annisa dari UIN Jakarta mengungkapkan antusiasmenya ketika berkunjung ke Booth Bimas Islam. "Senang tadi dapat Al-Qur'an, kaget juga dikira bakal dapat ayat yang susah tapi ternyata yang aku hafal," tutur Annisa.
Booth Bimas Islam juga menampilkan hasil produk UMKM penerima manfaat KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat. Buku hasil cetakan Bimas Islam, dan Al-Qur'an produksi Unit Percetakan Qur'an.
Ditjen Bimas Islam juga menyediakan layanan legalisasi buku nikah, konsultasi syariah, dan konsultasi nikah. Ketiga layanan ini digelar dalam waktu terbatas selama pameran, yang jadwalnya dapat dilihat melalui akun ofisial instagram: @bimasislam.
Fn/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



