Dalam kesempatan tersebut, Kasubdit Edukasi, Inovasi dan Kerjasama Zakat dan Wakaf, Wida Sukmawati mengatakan, acara ini menjadi momen untuk menunjukkan kepada masyarakat terkait pentingnya pemberdayaan zakat dan wakaf dalam menggerakkan roda ekonomi syariah.
Lebih lanjut Wida menjelaskan, dalam kegiatan ISEF ini, Kemenag ingin mengajak masyarakat untuk lebih memahami dan aktif dalam berzakat dan berwakaf. "Kami percaya, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, maka pengelolaan zakat dan wakaf bisa lebih optimal dan memberi dampak positif bagi perekonomian Indonesia," tuturnya.
Pada acara yang berlangsung selama lima hari ini, Kemenag turut berpartisipasi dalam booth Island KNEKS. Stand ini menjadi wadah untuk mengedukasi serta memberi informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya zakat, wakaf, dan berbagai inisiatif lain terkait program pemberdayaan ekonomi syariah.
Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2023 diharapkan dapat menjadi ajang yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ekonomi syariah, serta mendorong lebih banyak stakeholder untuk turut serta dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Andayani/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



