Fitrop mengaku kagum dengan pemanfaatan teknologi digital dalam metode wakaf. "Saya sangat kagum dengan bagaimana teknologi telah mempermudah seseorang dalam berwakaf," ungkapnya kepada wartawan.
Ia juga menyatakan keterkejutannya atas kemudahan metode wakaf uang. Fitrop berpendapat, inovasi tersebut mengubah persepsi masyarakat terkait wakaf yang sebelumnya selalu diidentikkan dengan tanah, menjadi lebih fleksibel dengan uang tunai.
"Menurut aku hebat banget. Inovasi wakaf sudah sangat memudahkan dalam digitalisasinya. Buat aku pribadi dan yang awam tentang wakaf, mungkin mikirnya wakaf tanah, padahal dengan uang sedikit saja juga bisa jadi wakaf," ujar Fitrop.
Wakaf, tambah dia, bisa dijadikan investasi akhirat, mirip dengan investasi kekayaan untuk mendapat passive income. "Kalau orang berinvestasi ketika hidup bisa jadi passive income, setelah tidak hidup kita bisa berinvestasi untuk mendapatkan passive pahala," ungkap Fitrop.
Acara Devtalx: Filantropi Islam yang dipandu oleh Fitrop sendiri menghadirkan sejumlah tokoh, antara lain Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur; Wakil Komisaris Bank Syariah Indonesia, Adiwarman Karim; perwakilan Gerakan Wakaf Indonesia, Susi Susiati; dan pengusaha inspirasional dalam berwakaf, Siti Aisyah.
Fn/Mr
*Fotografer: Budi
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



