Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya meningkatkan kualitas dan diversifikasi program di Kantor Urusan Agama (KUA). Langkah tersebut diambil untuk memperkuat peran KUA sebagai pusat pelayanan dan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.
Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, Kemenag berkomitmen untuk mengoptimalkan fungsi KUA. Fungsi KUA bukan hanya sebagai tempat pencatatan nikah, tetapi juga menjadi pusat informasi, edukasi, dan layanan keagamaan yang lebih komprehensif.
Dikatakannya, salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui peningkatan kapasitas SDM di KUA. Kemenag telah menggelar berbagai pelatihan untuk pegawai KUA, termasuk pelatihan manajemen layanan publik, komunikasi efektif, dan teknologi informasi dalam bimbingan teknologi dan peningkatan kompetensi KUA.
"Tujuan jangka panjang revitalisasi keuangan tentu ingin menjadikan KUA sebagai kantor layanan publik layanan keagamaan yang berkualitas yang bermutu, bagaimana KUA ini menjadi tempat layanan publik yang bisa memberi layanan keagamaan berkualitas," ujar Kamaruddin saat memberi arahan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Layanan Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah bagi Kepala KUA di Jakarta, Rabu (5/6/2024).
Kamaruddin memaparkan, saat ini, tantangan yang dihadapi di Indonesia adalah kerentanan keluarga, seperti perceraian, pernikahan dini, dan stunting. "KUA memiliki tugas dalam menjawab tantangan tersebut. Di samping itu, KUA juga perlu memberi layanan syariah keagamaan kepada umat sebagai upaya pemenuhan kebutuhan umat terkait kehidupan agama," tambahnya.
Kamaruddin mengatakan, Program-program di KUA akan lebih beragam. Tidak hanya meliputi layanan konseling keluarga dan bimbingan pernikahan untuk remaja, tapi juga layanan seperti penentuan arah kiblat, pemetaan konflik keagamaan, kepustakaan islam, serta pemberdayaan ekonomi umat.
"Kita berinisiatif memberi alternatif program. Misalnya terkait paham keagamaan, bagaimana jika terjadi konflik keagamaan di kecamatan atau di daerah, bagaimana ketika ada masyarakat yang bertanya tentang masalah-masalah keagamaan, dan seterusnya," ucap Kamaruddin.
Ke depan, Kemenag berencana untuk terus mengembangkan program-program di KUA agar lebih inovatif dan adaptif terhadap perubahan zaman. "Kami berharap, KUA bisa menjadi garda terdepan dalam pelayanan keagamaan dan sosial, serta menjadi tempat yang benar-benar dirasakan kehadirannya oleh masyarakat," tutur Kamaruddin.
Fn/Mr



