Batam, Bimas Islam -- Kabid Bimas Islam Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kepulauan Riau (Kepri), Edi Batara mewakili Kepala Kanwil Kemenag Kepri mengatakan, penguatan literasi bagi amil dan nazir dapat meningkatkan kemampuan dalam menjawab kebutuhan umat.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Literasi Zakat dan Wakaf 2023 di Batam, Rabu (6/9/2023).
Ia berharap, para amil dan nazir mampu meningkatkan kemampuan terkait literasi zakat dan wakaf, sehingga pengelolaan zakat dan wakaf lebih terarah.
“Fase literasi adalah fase melek, terbuka. Artinya, para pengelola zakat dan wakaf mesti memiliki kemampuan membaca dan menulis, baik secara tersirat maupun tersurat untuk memenuhi kebutuhan umat, termasuk pengelolaan zakat dan wakaf sesuai regulasi,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengatakan, pengelola zakat dan wakaf perlu terjun ke masyarakat untuk berinteraksi secara langsung, sehingga dapat mengetahui dan memahami kebutuhan sosial di wilayahnya.
“Masyarakat kita mungkin ada yang tengah kelaparan, putus sekolah, atau sakit. Karenanya, kita harus terjun ke lapangan untuk berinteraksi dengan pihak terkait, baik dengan stakeholder, organisasi masyarakat, maupun kepemudaan di wilayah tersebut,” pungkasnya.
Diketahui, kegiatan Literasi Zakat dan Wakaf tersebut diikuti sebanyak 40 peserta yang hadir secara luring, dan 200 orang yang hadir secara daring. Mereka terdiri dari penyuluh, tokoh masyarakat, lembaga amil zakat, badan wakaf, KUA, perguruan tinggi, dan unsur ASN Kementerian Agama.
Dna-Fn/Mr



