Pengukuhan tersebut berlangsung di Aula PLHUT Kantor Kemenag Kabupaten Mempawah, dihadiri Asisten II Sekda Mempawah Jamiril, Pejabat Eselon Kemenag Mempawah, Ketua IPARI Wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) Kartono, Ketua FKUB Mempawah, Perwakilan Kodim Mempawah, Perwakilan Kepolisian Mempawah beserta 91 Penyuluh Agama se-Kabupaten Mempawah terdiri dari Agama Islam, Kristen, Katolik, dan Buddha.
Usai pengukuhan, Hasib Arista mengatakan, pembentukan IPARI merupakan upaya untuk menyatukan keberagaman agama, suku, ras, dan bahasa.
“Kami mengapresiasi terbentuknya ikatan penyuluh ini, karena IPARI menyatukan keberagaman agama, suku, ras, dan bahasa,” ujarnya.
Menurut Hasib, keberadaan IPARI bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme penyuluh yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang melakukan bimbingan atau penyuluhan keagamaan dalam pembangunan di bidang agama.
“IPARI adalah wadah peningkatan profesi penyuluh lintas agama agar perannya lebih nyata, baik sebagai agen perubahan maupun agen pembangunan,” ungkapnya.
Hasib juga berharap, IPARI dapat berfungsi sebagai wadah kebersamaan dalam membangun kerukunan umat. “IPARI ini diharapkan dapat menjadi wadah kebersamaan antara penyuluh beberapa agama untuk membangun kerukunan umat,” pungkasnya.
Wcp/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



