Samarinda, Bimas Islam -- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Kalimantan Timur (Kaltim), Abdul Khaliq mengatakan, penguatan literasi keagamaan melalui perpustakaan masjid merupakan modal dasar untuk meningkatkan taraf hidup.
"Penguatan literasi keagamaan melalui pemberdayaan perpustakaan masjid penting dilakukan sebagai modal dasar untuk memperbaiki dan meningkatkan taraf kehidupan," tutur Kakanwil dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Perpustakaan Masjid di Samarinda, Selasa (26/9/2023).
Terkait itu, sambung Khaliq, kerja sama untuk membangun literasi keagamaan di masjid merupakan langkah yang strategis. Terlebih, masjid kini berkembang menjadi pusat literasi keagamaan.
Sebagai informasi, Kaltim memiliki sebanyak 6.072 unit rumah ibadah umat Islam, dengan masjid sebanyak 2.984 unit dan musala atau langgar sebanyak 3.043 unit.
Khaliq menyampaikan, hingga saat ini, perpustakaan masjid cukup representatif dengan jumlah literasi buku memadai serta manajerial pengelolaan cukup baik. Namun, berdasarkan data yang dihimpun, perpustakaan masjid masih sangat sedikit, di antaranya Perpustakaan Masjid Raya Darussalam Samarinda dan Perpustakaan Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda.
"Karenanya, harapan kami, kegiatan Bimtek ini bisa menjadi dorongan agar perpustakaan-perpustakaan masjid semakin banyak, dan memenuhi kriteria standar," harap Abdul Khaliq.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



