Manado, Bimas Islam --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara Abdul Rasyid mengikuti kegiatan Pesan Ramadan Menteri Agama secara daring (30/4).
Menteri Agama mengawali pesannya dengan sedikit mengenang kembali pengalaman keagamaannya sebagai seorang muslim. Beliau dari kecil senang dengar ceramah dan mengaji Al-Quran bersama teman-temannya di musholla maupun masjid. Bahkan saat dinas dan setelah selesai dinas militer beliau senang membawakan ceramah khususnya tentang persatuan dan kesatuan bangsa, wawasan kebangsaan, kesabaran menghadapi musibah, dan lain-lain.
Menurutnya, setiap persoalan yang ada jika diatasi dengan pendekatan dari aspek agama paling bisa diterima oleh semua orang karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat bergama dan punya pengalaman keagamaan serta relasi iman yang personal dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Adapun tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah "Melakukan Ramadan 1441 H dengan Meneladani Rasul Allah Yang Selalu Memimpin dengan Akal Sehat". Menurutnya tema ini diangkat terkait dengan edaran Menteri Agama nomor 6 Tahun 2020 tentang panduan ibadah ramadan dan larangan mudik.
"Saya inigin menekankan tentang pentingnya meneladani Nabi Muhammad SAW yang selalu melakukan segala sesuatu dengan akal sehat, termasuk dalam pengalaman sulit saat peperangan melawan musuh-musuhnya. Demikian juga saat ini, di tengah musibah pandemi covid-19, kita juga dituntut untuk melakukan tata cara keagamaan kita dengan mengedepankan akal sehat demi keselamatan dan kemaslahatan bersama", ungkap Menag.
Beliau menambahkan bahwa ibadah puasa dan lainnya selama bulan ramadan tetap dilaksanakan hanya tata caranya sesuai dengan prosedur dan ketetapan (protap) kesehatan sehingga semua berjalan dengan lancar dan aman sambil mengingatkan bahwa covid-19 ini sangat berbahaya karenanya jika anda sungguh mencintai keluarga anda, orang tua anda di kampung, anak, isteri atau suami anda maka sebaiknya jangan mudik. Itulah konteks melakukan ramadan 1441 H dengan akal sehat seperti Rasulullah Nabi Muhammad SAW.
"Benar, kita harus selalu tawakal menjalankan ibadah kita tetapi tidak boleh mengabaikan kepentingan kesehatan, keselamatan dan kemaslahatan kita", tandas Menag mengingatkan.
Dalam kesempatan tersebut Kakanwil Kemenag Sulut melaporkan bahwa hampir semua masjid di Sulut dan Kota Manado patuh menjalankan edaran Menag tersebut tanpa kendala sambil terus mensosialisasikannya kepada umat Islam melalui para penyuluh agama dan semua komponen. Bahkan, Kakanwil melaporkan bahwa di tengah pandemi covid-19 ini di Sulawesi Utara masyarakat bahu membahu saling peduli tanpa membeda-bedakan.
"Kami di Sulawesi Utara patuh menjalankan himbauan Menteri Agama bahkan bersinergi dengan pemerintah daerah mensosialisasikan himbauan tersebut serta sama-sama bergandengan tangan membantu sesama saudara yang terdampak covid-19 tanpa memandang perbedaan suku, etnis, agama dan latar belakang karena bagi kami suku boleh beda, budaya boleh beda, agama boleh beda tetapi kerukunan di atas segalanya", ungkap Kakanwil.
Menanggapi laporan Kakanwil tersebut, Menteri Agama berterima kasih dan mengapresiasi semua upaya yang telah dilakukan dan beliau berharap dalam situasi sulit ini semua anak bangsa harus bersatu dan saling peduli tanpa membedakan karena Allah SWT menciptakan manusia berbeda-beda untuk saling menolong.
"Hikmah di tengah pandemi covid-19 ini adalah munculnya semangat persatuan dan saling peduli antara sesama anak bangsa tanpa membeda-bedakan. Bahkan ada seorang dokter non muslim yang meninggal karena covid-19 dan dia menangani pasien muslim. Itu hikmah luar biasa yang bisa kita pelajari dan kita terus bekerja sama dengan akal sehat agar pandemi ini segera berakhir", pungkas purnawirawan jenderal dan mantan Wakil Panglima TNI ini.
Kegiatan ini diikuti oleh beberapa Kakanwil Kemenag di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Papua juga beberapa Penyuluh Agama Islam. Hadir mendampingi Kakanwil Kemenag Sulut dalam kegiatan ini adalah Kasubbag Ummas Drs. Hartono Bawenti.
(sulut.kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



