Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin mengajak kalangan ilmuan untuk lebih sering hadir di media sosial (medsos). Kehadiran mereka diyakini akan dapat menggerus konten-konten tidak bermutu yang disampaikan oleh tokoh dadakan.
Hal itu disampaikan Dirjen saat membuka acara Sinergi dan Optimisme Pengelolaan Media Sosial yang diselenggarakan Ditjen Bimas Islam di Jakarta, Kamis (23/7).
Dikatakan Dirjen, saat ini banyak ilmuan kalah kontetasi dengan orang yang tidak memiliki otoritas saat membicarakan sesuatu di media sosial, hal itu karena kurangnya hadir di media sosial. “Sekarang kita harus berubah, siapa yang sering hadir di medsos maka mereka akan menjadi rujukan, referensi”, ujar Dirjen.
Media sosial, lanjut Guru Besar Ilmu Hadis ini memiliki peran yang luar biasa, orang bisa tiba-tiba bisa menjadi selebriti dan terkenal. Oleh karena itu, ia mengatakan saatnya bertranformasi, harus merubah orientasi dari tradisi konvensional ke digital.
Digitalisasi Produk Bimas Islam
Lebih lanjut Dirjen berharap produk-produk Bimas Islam harus ada versi digitalnya agar dapat dengan mudah dijangkau para penyuluh Agama Islam di daerah. “Insya Allah ke depan program dan capaian-capaian kita semakin berkualitas. Semua sekarang harus ada versi digitalnya, termasuk modul-modul agar dapat dijangkau secara luas”, terang Dirjen.
Diakhir sambutan Dirjen berpesan agar seluruh aktifitas di Bimas Islam dapat terpublikasi secara memadai sebagai bagian dari akuntabilitas kepada publik. Bahkan harus dikemas menjadi sesuatu yang lebih menarik dan bermutu.
(Syamsuddin)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



