Jakarta, Bimas Islam - Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag), Waryono Abdul Ghafur menyampaikan, pihaknya berkomitmen menyatukan langkah untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Salah satu upaya yang diambil adalah melalui program Kampung Zakat, yang dirancang untuk memberi dampak langsung bagi para mustahik.
Waryono mengatakan, nama dan bentuk program pendayagunaan zakat bisa berbeda-beda, seperti BAZNAS dengan istilah Zakat Community Development (ZCD) atau Kampung Berdaya di beberapa Lembaga Amil Zakat (LAZ). Namun, ia berharap, substansinya tetap sama, yaitu memastikan program tersebut memiliki dampak nyata dan terarah.
"Program Kampung Zakat atau yang BAZNAS menyebutnya ZCD, teman-teman LAZ ada Kampung Berdaya Apa pun penyebutannya, secara substantif adalah bagaimana kita lebih fokus dan lokusnya jelas," ujar Waryono dalam kegiatan Rapat Kolaborasi dan Konsolidasi Kampung Zakat dan Pemberdayaan Ekonomi Umat, di Jakarta, Senin (20/5/2024).
Waryono mengungkapkan, program Kampung Zakat dan KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat tidak hanya bertujuan menyalurkan zakat kepada yang membutuhkan. Lebih dari itu, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berzakat.
“Kita menyamakan langkah yang harus kita lakukan untuk mengurangi angka kemiskinan. Langkahnya adalah difasilitasi oleh teman-teman di Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, bahwa kita punya destinasi yang namanya Kampung Zakat, di situ terdapat mustahik, meskipun di sana juga ada muzaki. Kemudian kita juga turut menyadarkan orang-orang yang belum berzakat,” ujar Waryono.
Ia menjelaskan, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf berperan sebagai fasilitator dalam pendayagunaan zakat, bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan efektivitas program. Dengan begitu, menurutnya, sinergi antarpihak dapat mencapai tujuan.
“Niat kami adalah memfasilitasi program bapak dan ibu dalam pendayagunaan zakat. Dengan demikian, sinergi antara berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan,” ungkapnya.
Waryono menerangkan, Kampung Zakat dan KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat memiliki berbagai cluster yang menyesuaikan dengan kebutuhan dasar manusia sebagai makhluk biologis seperti sandang, pangan, dan papan. Pendekatan ini memastikan bahwa semua aspek kebutuhan hidup dapat terpenuhi melalui program tersebut.
Fn/Mr



