Bireun, Bimas Islam -- Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bireun, Aceh, dan Fakultas Kesehatan Universitas Al-Muslim bekerja sama menggelar program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bertema Persiapan Pranikah bagi Catin sebagai Upaya Pencegahan Stunting. Acara berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Jeumpa, Bireun, Aceh, pada Kamis (26/10/2023).
Program bimbingan ini tidak hanya menyasar para calon pengantin (Catin), tetapi juga kepada remaja yang dihadapkan pada berbagai tantangan pernikahan, termasuk pernikahan dini, isu-isu kesehatan reproduksi, dan pernikahan usia muda.
Kepala KUA Jeumpa, Adam berharap, program penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para remaja tentang pentingnya persiapan sebelum menikah, yang pada akhirnya akan berkontribusi dalam menciptakan kehamilan yang sehat, bebas stunting, serta membantu mengatasi tantangan yang dihadapi remaja dalam pernikahan.
"Pesan dari program ini bukan hanya untuk Catin, tetapi juga untuk seluruh remaja. Kita menyadari bahwa remaja dewasa ini menghadapi banyak tantangan, seperti pernikahan di usia yang sangat muda yang berpotensi mengakibatkan kehamilan usia muda dan masalah kesehatan reproduksi yang semakin meruncing di kalangan remaja," ungkap Adam.
Adam juga berharap, mahasiswa terus melatih diri dalam menyampaikan informasi kesehatan dan membangun hubungan yang kuat dengan tenaga kesehatan lainnya. Sehingga, dapat terwujud masyarakat yang lebih sehat dan cerdas.
Nuraina, seorang dosen yang terlibat dalam kegiatan ini menjelaskan, program ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat. Dosen dan mahasiswa berperan dalam memberi informasi dan bimbingan terkait pernikahan dan kesehatan reproduksi.
Diskusi tentang kesehatan reproduksi, imbuhnya, menjadi sangat penting karena dapat membantu mengatasi persoalan terkait persalinan, masa nifas, dan upaya pencegahan stunting.
"Tujuan dari program penyuluhan ini adalah bagian dari pengabdian dosen dan mahasiswa untuk memberi pemahaman kepada Catin tentang pentingnya persiapan kesehatan reproduksi sebelum, selama, dan setelah kehamilan, termasuk masa menyusui. Program ini juga berfokus pada pencegahan stunting selama 1000 Hari Pertama Kehidupan," jelas Nuraina.
Sebanyak 40 peserta hadir dalam acara penyuluhan ini, terdiri dari calon pengantin laki-laki dan perempuan yang akan menikah di KUA Jeumpa.
Fn/Mr



