Kegiatan tersebut bertujuan untuk menguatkan cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang moderat untuk memantapkan persaudaraan umat beragama. Selain itu, kegiatan ini juga digelar untuk memperkuat harmoni dan kerukunan umat beragama, serta penyelarasan relasi cara beragama dan berbudaya melalui Al-Qur'an.
Kepala Kankemenag Kulon Progo, Wahib Jamil mengatakan, kegiatan ini merupakan momentum tepat untuk membangun harmoni dan semangat moderasi dalam menyambut Ramadan. "Moderasi memungkinkan kita untuk menghargai keberagaman pandangan dan memperkuat kerja sama antarkelompok,” ujar Jamil.
Jamil mengungkapkan, Penyuluh Agama Islam berperan penting dalam menyebarkan paham moderat kepada masyarakat. “Para tokoh, terutama Penyuluh Agama Islam memiliki peran yang sangat penting dalam memberi pemahaman moderasi beragama kepada masyarakat. Mereka memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan ajaran Islam yang inklusif, toleran, dan menghargai perbedaan,” ucap Jamil.
Moderasi beragama menjadi kunci dalam memahami perbedaan di tengah masyarakat. Tidak hanya menghindari konflik, tetapi juga memperkaya pemahaman keislaman dan memperkuat kesatuan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Bimas Islam, Kankemenag Kulon Progo, M. Qomaruzzaman mengajak para Penyuluh Agama Islam melakukan koordinasi dan sinergi untuk memberi pelayanan terjangkau bagi masyarakat dalam hal peningkatan pemahaman Al-Qur’an.
"Pelayanan itu dikemas dalam sebuah program Pelita Madinahku atau Peningkatan Literasi Al-Qur’an dan Moderasi Beragama bagi Aparatur Pemerintah Kabupaten Kulon Progo,” ungkap Qomaruzzaman.
Kegiatan ini diikuti Penyuluh Agama Islam Fungsional, PPPK, dan Non PNS sebanyak 59 peserta.
Fn/Mr



