Komang Sri Marheni mengatakan, pengukuhan tersebut merupakan momentum untuk merawat keberagaman dan menjaga persatuan umat beragama di Bali. “Momen ini tentu saja harus dimanfaatkan dengan baik untuk menggalang persatuan dan merajut kebersamaan. Tidak ada yang berbeda di antara para penyuluh agama dalam melayani umat,” tegas Sri.
Sri menjelaskan, majelis taklim merupakan institusi pendidikan Islam non formal dan lembaga dakwah yang memiliki peran strategis untuk meningkatkan kualitas beragama masyarakat. Ia juga mengungkapkan, majelis taklim adalah bagian dari underbowKanwil Kemenag Bali.
Ia berharap, sinergi antara majelis taklim dan Kanwil Kemenag Bali selalu terjalin dengan baik, serta selalu meningkatkan profesionalitas sebagai agen pembaharu. Sri juga mengingatkan kepada para penyuluh bahwa IPARI didirikan sebagai organisasi profesi yang mengedepankan independen.
“Saya berharap, sinergi majelis taklim dan Kanwil Kemenag selalu terjalin dengan baik dan memiliki program-program peningkatan kualitas keagamaan bagi umat. Seluruh penyuluh agama agar senantiasa meningkatkan profesionalisme dan peran sebagai agen pembaharu. Bila itu telah dilakukan, negara kita akan semakin kuat dan bermartabat,” ujar Sri.
Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Bali, Abu Siri melaporkan, terdapat 20 orang dalam kelompok kerja majelis taklim, dan 41 orang dalam kepengurusan IPARI Provinsi Bali.
Fn/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



