Malang, Bimas Islam -- Kasubdit Penyuluh Agama Islam, Kemenag, Amirullah mengungkapkan, Kampung Moderasi Beragama (KMB) bukan sekadar selebrasi, tetapi merupakan praktik nyata penerapan moderasi beragama di masyarakat. Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Pengembangan SDM Pokja KMB Lintas Kementerian dan Lembaga di Bajul Mati, Malang, Kamis (28/3/2024).
Amirullah menegaskan, di tahun 2024, KMB harus bisa membuktikan eksistensi dan fungsinya dalam menjaga harmoni di masyarakat.
"KMB yang kita dirikan tidak sekadar seremonial. Kita ingin kerja sama antaragama membawa kedamaian, dan bisa mencegah perpecahan dan apa pun yang membuat kita saling benci," tegas pria yang akrab disapa Amir itu.
Ia mengatakan, dalam mencapai tujuan KMB, Kemenag memastikan bahwa penyuluh agama di seluruh Indonesia memiliki pemahaman beragama yang moderat. Tidak hanya itu, ia menginginkan peningkatan kompetensi penyuluh agama tentang moderasi beragama dan kebangsaan.
"Subdit Penyuluh Agama Islam melakukan pemetaan penyuluh agama di seluruh Indonesia bahwa mereka _clear_ memegang paham moderasi beragama. Kita ingin penyuluh ditingkatkan pemahamannya mengenai moderasi beragama, pengetahuan kebangsaannya, sehingga mereka bisa hadir di masyarakat dan menyampaikan pentingnya moderasi beragama," ujar Amir.
Amir berpesan kepada seluruh penyuluh agama di Kecamatan Gedangan, Malang untuk terus menjaga keutuhan bangsa melalui perdamaian.
"Mari kita jaga perdamaian ini. Kalau kita tidak bersaudara dalam keimanan, kita bersaudara dalam kebangsaan. Tidak ada alasan untuk tidak mencintai, tidak menjunjung tinggi NKRI, dan membenci yang berbeda," pungkas Amir.
Fn/Mr



