Jakarta, Bimas Islam-- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur menerima kunjungan LAZNAS Dewan Dakwah (LAZNAS DD). Pertemuan itu membahas program pengelolaan zakat di wilayah terpencil.
Waryono mengungkapkan, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf berencana menjalin kerja sama dengan LAZ daerah di 10 titik dalam program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat.
Pemberdayaan zakat di daerah, menurutnya, harus dimaksimalkan oleh LAZ untuk membangun fasilitas kesehatan di daerah yang membutuhkan.
“Diharapkan LAZ mulai memikirkan untuk membangun fasilitas kesehatan dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Waryono di ruang kerjanya, Rabu (12/10/2023).
Sementara itu, perwakilan LAZNAS Dewan Dakwah, Ramdani memaparkan, pihaknya juga memiliki sejumlah program pemberdayaan masyarakat di daerah. Program-program tersebut mencakup pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi berbasis binaan dai.
Ramdani mengungkapkan, program dakwah di pedalaman memiliki sejumlah tantangan, di antaranya akses jalan menuju desa binaan. Untuk sampai di desa tersebut, mereka perlu menggunakan helikopter hingga kapal.
“Salah satunya adalah pemberdayaan melalui budidaya rumput laut di Pulau Semau. Untuk akses perjalanan ke sana perlu dukungan transportasi udara dan laut seperti helikopter dan kapal,” ucap Ramdani.
Merespons itu, Waryono merekomendasikan LAZNAS DD untuk bersinergi dengan Direktorat Penerangan Agama Islam dalam program Pengiriman Dai ke Wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Menurutnya, para dai dapat melakukan pembinaan terkait pelaksanaan zakat di daerah terpencil.
Pertemuan itu juga diikuti pejabat eselon III dan IV dan enam orang perwakilan LAZNAS DD.
Fn/Mr



