Jakarta, Bimas Islam -- Yayasan Waqaf Ar-Risalah Sumatra Barat (Sumbar) berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan mengeluarkan 3.000 sertifikat wakaf uang berjangka secara serentak, melalui aplikasi Pasif Amal dengan QRIS.
Penghargaan itu disambut baik Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama (Kemenag), Waryono Abdul Ghafur. Ia menyebut, Yayasan Waqaf Ar-Risalah Sumbar telah berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat terhadap wakaf.
"Rekor MURI ini sangat baik untuk meningkatkan partisipasi dan literasi masyarakat terkait wakaf. Kita dorong segala upaya semua pihak (termasuk Yayasan Waqaf Ar-Risalah) dalam meningkatkan literasi masyarakat dalam berwakaf," ujarnya dalam peluncuran buku 20 Tahun Ar-Risalah serta Seminar Wakaf Internasional di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (24/6/2024).
Menurut Waryono, partisipasi masyarakat Indonesia dalam wakaf uang masih rendah, hanya sekitar 6%, sementara literasi wakaf masih perlu ditingkatkan dari indeks 50,48 poin. "Dari total Muslim di Indonesia, hanya 6% yang berpartisipasi dalam wakaf, sementara indeks literasi wakaf masih berada di angka 50,48," ungkapnya.
Sebagai informasi, untuk mencapai kategori tinggi, indeks wakaf harus lebih besar dari 80 poin. Sedangkan indeks literasi wakaf dengan rentang nilai 0 sampai 60, masuk dalam kategori rendah, dan nilai indeks literasi wakaf antara 60 hingga 80 masuk dalam kategori moderate literacy level atau tingkat literasi menengah.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah daerah, nazir wakaf, dan lembaga lainnya untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam berwakaf.
Waryono juga mengungkapkan pentingnya optimalisasi wakaf untuk pendidikan, khususnya di kalangan pesantren. "Wakaf pendidikan memiliki potensi besar untuk memajukan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama di pesantren yang selama ini menjadi tulang punggung pendidikan keagamaan Islam," kata Waryono.
Terpisah, Pembina Yayasan Ar-Risalah, M. Saleh Zullfahmi menjelaskan, pihaknya berkomitmen untuk memaksimalkan potensi wakaf bagi pendidikan di Indonesia. "Dengan aset wakaf mencakup 45 hektar tanah senilai Rp146 miliar, Yayasan Ar-Risalah berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan yang berbasis nilai-nilai Qur'ani dan karakter," tandasnya.
Peluncuran buku "20 Tahun Ar-Risalah" turut menjadi bukti perjalanan panjang Yayasan Ar-Risalah dalam mengelola wakaf untuk pendidikan sejak tahun 2004. Buku ini diharapkan dapat menginspirasi lembaga lain dalam melakukan pengelolaan wakaf yang efektif dan bermanfaat bagi umat.
Dalam upayanya meningkatkan profesionalisme dan kompetensi nazir wakaf, Waryono menyoroti perlunya fokus penuh dan kompetensi yang memadai dari pihak-pihak terlibat dalam pengelolaan wakaf. Hal ini diharapkan dapat mengoptimalkan manfaat dari aset-aset wakaf yang ada, untuk mendukung pembangunan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat secara lebih luas.
Ba/Mr



