"Tahun 2003, Indonesia jadi tuan rumah MTQ Internasional pertama kali. Saat itu kami mengundang 45 negara dan delegasi yang hadir merasa senang serta menyoroti seni budaya dan keberagaman Indonesia,” ujarnya saat ditemui wartawan bimasislam di sela pembukaan Pra Kualifikasi MTQ Internasional ke-4 di Jakarta, Jumat (24/11/2023) malam.
Kemudian tahun 2013, lanjutnya, Indonesia kembali menjadi tuan rumah, dan dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Perhelatan itu diikuti 20 negara, antara lain Maroko, Brunei Darussalam, Malaysia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Sudan, Mesir, Singapura, Aljazair, Pakistan ,India, Jerman, Prancis, Kuwait, dan Indonesia.
Lebih lanjut, Menteri Agama 2001-2004 itu menyebut, MTQ Internasional digelar ketiga kalinya di Indonesia tahun 2015, diikuti 21 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Philippina, Timor Leste, Maroko, Iran, Belgia, Canada, Yordania, Saudi Arabia, Dubai, Uni Emirat Arab, Aljazair, Tunisia, Perancis, Inggris, Amerika Serikat, Norwegia, dan Mesir.
Ia menjelaskan, Dewan Hakim MTQ Internasional ke-3 berasal dari sejumlah negara, di antaranya Indonesia, Yordania, Kerajaan Saudi Arabia, Uni Emirat, Iran dan Perancis. Seluruh agenda kegiatan MTQ Internasional III Tahun 2015 terkonsentrasi di Masjid Istiqlal Jakarta.
“Sejak saat itu, banyak negara-negara lain mengusulkan agar Indonesia bisa menggelar perhelatan MTQ Internasional maksimal dua tahun sekali. Melalui kegiatan ini, banyak negara lain belajar keberagaman dan Indonesia dianggap kiblat perdamaian dunia,” imbuhnya.
Lebih dari itu, lanjutnya, tentu substansi dan makna dari MTQ perlu menggerakan seluruh umat Islam untuk lebih mencintai Al-Qur'an, menjadikannya sebagai bacaan utama, serta menempatkannya sebagai rujukan dan solusi dalam memecahkan berbagai persoalan kehidupan umat.
“Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar Indonesia bisa memberi yang terbaik pada seluruh rangkaian gelaran MTQ Internasional, termasuk Pra Kualifikasi MTQ Internasional ke-4 di Jakarta yang akan berlangsung selama tiga hari ke depan,” paparnya.
Gelaran Pra Kualifikasi MTQ Internasional ke-4 di Jakarta dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, didampingi Ketua Dewan Hakim Prof KH Said Agil Husin Al Munawar dan Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi.
Pra Kualifikasi MTQ Internasional ke-4 diikuti 165 peserta yang lolos tahap administrasi. Mereka berasal dari lima benua, terdiri dari 77 peserta dari Afrika, 4 Amerika, 64 Asia, 2 Australia, dan 15 Eropa.
An/Mr
*Fotografer: Shandry F. Nanere
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



