Kamaruddin Amin mengungkapkan, kerja sama ini akan melibatkan AIRA dalam pemenuhan kebutuhan literasi keislaman, termasuk dalam bentuk buku, audio, dan sumber keilmuan lainnya. Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat khazanah keislaman serta meningkatkan literasi Islam yang bersifat moderat.
"Kolaborasi dan sinergi antara Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama, dan AIRA dapat dioptimalkan, terutama karena saat ini sedang dibangun PLKI dan Pusat Percetakan Qur'an di Bogor. Kerja sama ini mencakup pemenuhan kebutuhan akan buku, audio, dan berbagai sumber ilmu keislaman moderat," jelasnya dalam konferensi pers dengan wartawan Bimas Islam, Selasa (19/12/2023).
Kamaruddin menambahkan, Kemenag juga akan segera menindaklanjuti agar kerja sama bersama AIRA dan KBRI Kairo, Mesir, dapat berjalan lebih cepat, dengan harapan bisa diimplementasikan pada tahun 2024. Ia juga mengundang pihak AIRA untuk berkunjung ke Indonesia sebagai langkah tindak lanjut.
Pimpinan AIRA, Nazeer Mohammed Ayyad, menyampaikan tanggung jawab moral AIRA dalam menyebarkan pengetahuan Islam secara universal dan menangkal pemikiran intoleran dan radikal. Universitas Al-Azhar, imbuhnya, siap berperan aktif memperluas pemahaman keislaman yang toleran.
"AIRA memiliki amanah untuk menyebarkan pemahaman pengetahuan Islam dari Al-Azhar secara universal dan menangkal pemikiran Islam intoleran dan radikal," ujarnya.
Dalam upaya menyebarluaskan pengetahuan Islam, AIRA memiliki ribuan manuskrip yang dapat digunakan untuk pengajian dan diseminasi global. Manuskrip ini berisi ajaran Islam yang toleran dan dapat menjadi bahan kajian bagi masyarakat dunia.
Sebelumnya, Kamaruddin Amin telah mengunjungi AIRA pada Minggu (17/12/2023) di komplek Universitas Al-Azhar, Mesir. Pertemuan ini digelar di Al Asherah, Nasr City, Cairo Governorate 4442410, Mesir, dan dihadiri oleh Sekretaris BAZNAS, Muchlis Hanafi.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



