Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur mengajak investor dan pengusaha Muslim untuk mengembangkan aset wakaf agar lebih produktif. Hal itu disampaikannya pada kegiatan FGD Inkubasi Wakaf Produktif dan Program Kota Wakaf di Jakarta, Selasa (25/6/2024).
"Kita perlu mengajak investor dan himpunan pengusaha untuk mengembangkan tanah wakaf," ujarnya.
Waryono mengatakan, dalam menggaet investor untuk pengembangan aset wakaf, dibutuhkan pertimbangan dan perencanaan bisnis yang matang. "Kita tidak bisa mengharapkan investor yang berorientasi pada keuntungan semata. Kita butuh investor yang memiliki perhatian besar untuk mengembangkan wakaf," jelasnya.
Waryono berharap, pengelolaan dan pengembangan wakaf semakin terus berkembang, sehingga harta benda wakaf dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan umum, sebagaimana amanat Undang-Undang No 1 tahun 2004 tentang Wakaf.
"Kita mesti memantik agar hasil wakaf betul-betul dirasakan oleh mauquf alaih," jelasnya.
Waryono juga mengatakan, para nazir dapat mengungkapkan data aset wakaf yang bisa diproduktifkan. "Kami harap, kita semua bisa mengungkapkan data aset wakaf apa dan di mana saja. Aset apa saja yang dikelola nazir," ujarnya.
Terpisah, Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf (Kemenag) Muhibuddin mengatakan, FGD Inkubasi Wakaf Produktif dan Program Kota Wakaf itu diharapkan dapat membangun kolaborasi antara nazir wakaf dan stakeholder terkait dalam memproduktifkan aset wakaf, baik dalam bentuk program Inkubasi Wakaf Produktif maupun Kota Wakaf.
"Setelah FGD ini, diharapkan ada kerja sama antarstakeholder dalam mengembangkan program Inkubasi Wakaf Produktif dan Kota Wakaf," jelasnya.
Ba/Mr



