Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kementerian Agama, Waryono menerima kunjungan tim Lembaga Amil Zakat (LAZ) Rumah Zakat di Kantor Kemenag, Jl. MH Thamrin No.6 Jakarta Pusat, Jumat (1/9/2023).
Dalam kesempatan itu, Waryono menyampaikan, perlu merancang secara bersama terkait standardisasi penyaluran dana zakat untuk pendidikan. Menurutnya, kesamaan standar atau tolok ukur akan mendukung keberhasilan program beasiswa yang diberikan LAZ.
“Hampir semua LAZ memiliki program beasiswa, tapi belum memiliki standar dan kerangka yang sama. Ini perlu dirumuskan agar pengelolaan dan pemberdayaan dana zakat untuk beasiswa pendidikan memiliki ukuran yang relatif sama,” ucapnya.
Lebih lanjut Waryono mengatakan, standardisasi tersebut juga akan mempercepat pemberian beasiswa pendidikan bagi yang membutuhkan.
“Skema itu sangat menunjang terkait percepatan pemberian beasiswa,” ujarnya.
Waryono mengajak LAZ-LAZ membuat program yang menyediakan dana abadi untuk pendidikan.
“Kita berupaya membuat dana abadi beasiswa yang dikumpulkan dari dana-dana LAZ agar mampu menyasar (penerima manfaat) lebih luas dan berkelanjutan,” pintanya.
Sementara itu, Chief Executive Officer LAZ Rumah Zakat, Irvan Nugraha mengatakan, indikator keberhasilan Rumah Zakat dalam memberi beasiswa pendidikan adalah lahirnya lembaga pendidikan non-formal di daerah-daerah binaan.
“Pendidikan formal sudah pasti menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi LAZ perlu mengambil bagian untuk fokus pada pendidikan non-formalnya, seperti lembaga pendidikan usia dini,” ulasnya.
Diketahui, turut hadir dalam pertemuan yaitu seluruh Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, serta LAZ Rumah Zakat yaitu Priorty Partnership Director Ali Mujianto, Chief Operating Officer Murni Alit Baginda, dan Chief Program Officer.
Ba/Wcp



