Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara Zakat Goes to Campus bersama Forum Zakat di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, Rabu (15/11/2023).
"Mahasiswa bisa menjadi perpanjangan BAZNAS dan LAZ. Mereka bisa menjadi amil," ujarnya.
Terkait itu, Waryono menjelaskan pentingnya pembuatan pemetaan muzaki di internal kampus. Dengan memanfaatkan data mahasiswa, dosen, dan pegawai kampus, pemetaan muzaki dapat dibuat dengan mudah.
"Jika kita asumsikan ada 5000 mahasiswa, dan 50 persen dari mereka memenuhi syarat nisab dan haul, maka kita dapat mengestimasi berapa zakat yang dapat dikumpulkan, termasuk rektor sampai mahasiswa. Terlebih lagi, jika kita tambahkan kontribusi dari orang tua mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan pemetaan muzaki yang dapat ditelaah lebih lanjut, terutama oleh bendahara," ungkapnya.
Menurut Waryono, keterlibatan mahasiswa sebagai amil memiliki dampak positif. Tidak hanya dalam pengumpulan zakat, tetapi juga dalam membentuk rasa kepedulian mereka terhadap kerja sosial.
"Pelibatan mahasiswa menjadi amil sangat penting. Mereka tidak hanya mengasah rasa kepedulian tetapi juga akan terlibat dalam kerja-kerja sosial untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas pendidikan," paparnya.
Ketua Prodi Bisnis Islam Universitas Indonesia, Nur Dhani Hendranasiti, menyambut baik ajakan tersebut dan menegaskan komitmen universitas untuk mendukung upaya pengumpulan zakat melalui partisipasi aktif mahasiswa.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



