"Pembentukan KMB tidak boleh mandek hanya sampai pada perintisan dan _launching_ saja. Rencana pengembangan KMB harus dilakukan dengan matang dan lebih terstruktur, konkret, serta memiliki tujuan terukur dan indikator keberhasilan yang jelas, sehingga kebermanfaatannya dapat dinikmati," ujar Amirullah kepada Tim Bimas Islam di Jakarta, Rabu (20/12/2023).
Amirullah menjelaskan, KMB merupakan upaya konkret dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kerukunan antarumat beragama, serta mengatasi konflik dan paham ekstremisme.
"Penjelasan-penjelasan terkait keberagamaan yang ditebarkan ke masyarakat melalui program KMB diharapkan dapat menguatkan cara pandang, sikap dan praktik beragama yang tidak berlebihan hingga mengesampingkan martabat kemanusiaan," tuturnya.
Ia berharap, masyarakat tidak lagi mengklaim kebenaran subyektif dan memaksakan kehendak atas tafsir agama yang dapat memicu konflik. Sehingga, akan tumbuh semangat beragama yang selaras dengan kecintaan berbangsa.
"KMB merupakan program yang sangat penting untuk menjaga kerukunan dan kedamaian di Indonesia. Mari kita bersama-sama mengawal implementasi KMB agar dapat mencapai tujuannya," pungkasnya.
Lia-Msk/Mr



