Bogor, Bimas Islam -- Direktur Penerangan Agama Islam, Kementerian Agama, Ahmad Zayadi mengajak generasi muda untuk mengekspresikan nilai agama Islam dalam budaya di Indonesia.
“Indonesia adalah bangsa yang sangat multikultur, multibahasa, dan budaya. Kita harus bangga dan menghargai keragaman budaya tersebut,” papar Zayadi dalam kegiatan Workshop Seni Budaya bagi Generasi Milenial di Bogor, Rabu (11/10/2023).
Dikatakannya, budaya merupakan bagian penting dalam memperkuat identitas dan nasionalisme generasi muda Indonesia.
“Hal itu sejalan dengan kelahiran manusia sebagai khalifah di muka bumi. Kita memiliki tugas dan amanah yang besar, yaitu memakmurkan bumi,” paparnya.
Zayadi menjelaskan, memakmurkan bumi harus dimaknai dengan kreativitas yang positif, misalnya merawat keragaman, seni, dan budaya.
“Fungsi lain adalah kita diminta untuk menjadi pribadi-pribadi yang kreatif, lalu diaktualisasikan kepada nilai-nilai agama Islam. Karena kita tidak bisa memisahkan kebudayaan dengan identitas agama Islam,” paparnya.
Zayadi menyebut, generasi muda juga harus menempatkan budaya sebagai instrumen mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Misalnya seperti Maulana Jalaluddin Rumi, tokoh legendaris dalam dunia filsuf. Ia dikenal sebagai sang 'perajut' syair terindah dan salah satu tokoh sufi besar dalam syiar Islam,” jelasnya.
Ia menggunakan seni untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, maka budaya dengan agama merupakan hal yang tak boleh dipisahkan.
“Generasi kaum muda inilah harus bisa menjelaskan relasi antara seni, budaya, dan adat dengan agama Islam khususnya,” pungkas Zayadi.
An/Mr
*Fotografer: Luthfi



