Hal tersebut ia ungkapkan saat memberi arahan dalam kegiatan Rapat Kolaborasi dan Konsolidasi Kampung Zakat dan Pemberdayaan Ekonomi Umat di Jakarta, Senin (20/5/2024).
"Saya mengajak semua pihak untuk memikirkan bagaimana potensi program wakaf ini bisa dimaksimalkan ke depan. Karena ada perubahan penting yang terjadi dalam perwakafan di Indonesia, sehingga potensinya lebih besar dan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa dan umat," ujar Kamaruddin.
Kamaruddin menyoroti kendala yang masih menghambat optimalisasi wakaf di Indonesia, seperti kurangnya gerakan dan sosialisasi yang masif. Untuk itu, ia menekankan pentingnya menjalankan amanah wakaf di Indonesia secara maksimal dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak.
"Saya rasa wakaf ini belum berjalan maksimal karena belum ada yang menggerakkan dan menyosialisasikannya secara masif. Masyarakat kita belum tahu, literasi masyarakat masih rendah. Tantangan tersebut merupakan amanah yang harus kita jalankan semaksimal mungkin. Ke depan, kita bekerja sama, berkolaborasi dengan banyak pihak untuk melakukan gerakan masif wakaf Indonesia, misal wakaf uang atau wakaf lain," ucap Kamaruddin.
Selain itu, Kamaruddin menyoroti potensi besar dari titik-titik wakaf yang ada di Indonesia, termasuk masjid, musala, kuburan, madrasah, dan pondok pesantren, yang masih belum dimanfaatkan secara produktif.
"Hampir 500.000 titik wakaf kita, sebagian besarnya masjid, musala, kuburan, pendidikan madrasah, dan pondok pesantren, belum dimaksimalkan produktivitasnya," katanya.
Selaku Ketua Badan Wakaf Indonesia periode 2024-2027, Kamaruddin menegaskan, pihaknya akan memberi perhatian khusus kepada pelaksanaan wakaf, terutama wakaf uang di masa mendatang. "Pekerjaan kita banyak sekali di wakaf. Ke depan, kita akan banyak memberi perhatian ke wakaf, terutama wakaf uang," pungkasnya.
Fn/Mr



