Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kemenag, Waryono Abdul Ghafur berharap, bantuan tersebut dapat mempercepat penanganan terhadap korban terdampak. Ia mengungkapkan, pihaknya juga telah melakukan pemetaan kebutuhan dan pembagian tugas, agar bantuan dapat diberikan secara merata dan tepat sasaran.
"Kita sudah memetakan kebutuhan dan daerah-daerah terdampak. Kita (Kemenag, BAZNAS, dan LAZ) juga membagi tugas, sehingga masyarakat terbantu secara merata dan tepat sasaran," jelasnya.
Dalam pemetaan kebutuhan tersebut, teridentifikasi empat kebutuhan bagi masyarakat terdampak, yaitu pangan, pakaian, air bersih, dan obat-obatan.
Bantuan pangan yang diberikan meliputi sebanyak 20 ton beras, serta berbagai jenis lauk seperti telur, sarden, kornet, abon, mie instan, rendang, dan sosis. Untuk kebutuhan pakaian, ia menargetkan jumlah minimal untuk perangkat salat, sarung sebanyak 50 kodi, kaos sebanyak 30 kodi, mukena sebanyak 40 kodi, pembalut sebanyak 200 bal, pakaian dalam dewasa perempuan sebanyak 100 lusin, dan 200 selimut.
Selain itu, sambungnya, kebutuhan akan alat mandi, minuman, dan pembersih lantai telah dipersiapkan oleh PT Unilever. Sedangkan untuk kebutuhan obat-obatan, disiapkan obat-obat warung dan minyak telon.
Waryono juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap korban. Ia berharap, kehadiran Kemenag, BAZNAS, dan LAZ dapat membangun optimisme masyarakat menjelang Ramadan.
"Kami hadir dan turut merasakan penderitaan masyarakat di sini. Kehadiran kami setidaknya menghadirkan optimisme, terlebih kita akan memasuki bulan Ramadan," ujarnya.
Bupati Demak, Eisti'anah, berterima kasih kepada Kemenag, BAZNAS, dan LAZ yang telah berkolaborasi dalam memberi bantuan terhadap masyarakat terdampak. "Kami mewakili masyarakat Demak, khususnya masyarakat terdampak, mengungkapkan terima kasih atas bantuan yang begitu banyak dari Kemenag hingga BAZNAS dan LAZ untuk masyarakat yang terdampak banjir," ungkapnya.
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Darodji menyoroti pentingnya koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar. "Diharapkan, kita bisa berkoordinasi dengan BPBD dan Palang Merah Indonesia dalam pendistribusian bantuan ini," ujarnya.
Selain penanganan tanggap bencana, Ahmad Darodji juga menekankan pentingnya memerhatikan proses _recovery_ pasca bencana. Ia berharap, bantuan yang diberikan tidak hanya berfokus pada saat bencana, tetapi juga pada tahap pemulihan.
Diketahui, banjir yang melanda Demak disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Wulan di perbatasan Kabupaten Demak dan Kudus. Dampaknya sangat luas, memengaruhi sekitar 71.000 warga karena rumah-rumah mereka terendam.
Di Kabupaten Demak sendiri, jumlah keluarga yang terdampak mencapai 18.700 atau sekitar 71.000 jiwa yang tersebar di 35 desa dan tujuh kecamatan. Warga yang mengungsi mencapai 11.400 orang tersebar di 10 tempat di Demak dan lima tempat di Kudus.
Banyaknya desa yang terdampak disebabkan tujuh tanggul sungai yang jebol, dua di antaranya adalah tanggul Sungai Wulan, sementara sisanya tersebar di lokasi lain.
Banjir juga terjadi di 32 desa di 12 kecamatan Kabupaten Grobogan, yakni Godong, Tawangharjo, Geyer, dan Tegowanu, Penawangan, Purwodadi, Toroh, Karangrayung, Kedungjati, Tanggungharjo, Grobogan, dan Gubug.
Banjir merendam 2.662 rumah, 56 hektar area persawahan, 6 unit fasilitas pendidikan, 1 unit rumah ibadah, 1 kandang sapi, serta rusaknya talud, rabat beton, pemadasan.
Sejumlah lembaga turut serta dalam penyerahan bantuan ini, di antaranya Baznas RI, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Baznas Kabupaten Demak, Baznas Kabupaten Kudus, Baznas Kabupaten Grobogan, LAZIZMU, LAZISNU, Rumah Zakat, YDSF cabang Semarang, PPPA Daarul Quran, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Nurul Hayat, BMH, LMI, Al-Azhar Perwakilan Jateng, Dewan Dawah, Solopeduli, Dompet Dhuafa Jawa Tengah, LAZ Yatim Mandiri, Laziz Jateng, Baitulmaal Munzalan Indonesia, DT Peduli Jawa Tengah, Mandiri Amal Insani Foundation, LAZ ZISWAP, LAZ Salam Sejahtera Amanah Nusantara, LAZIS Baiturrahman Semarang, Lazis Sultan Agung, LAZ Panti Yatim Indonesia, LAZ Rumah Amal Salman, LAZ Dompet Sosial Madani,LAZ Baitul Maal Muamalat, dan Unilever.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



