Bogor, Bimas Islam – Dirjen Bimas Islam, Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, pihaknya berencana membangun perpustakaan Islam fisik dan digital yang mampu menjadi sumber rujukan keagamaan otoritatif dan bertaraf internasional.
Hal itu disampaikannya dalam acara Koordinasi Nasional Stakeholders Kepustakaan Islam di Bogor, Rabu (15/5/2024) malam.
“Kita punya rencana besar untuk membuat sebuah perpustakaan Islam, baik secara fisik dan digital agar menjadi salah satu sumber pengetahuan produktif di masa depan. Tentu tidak bisa instan. Kita membutuhkan kerja keras, energi besar, serta sinergi dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Dikatakan Kamaruddin, masjid memiliki modal sosial meningkatkan literasi keagamaan Islam, sehingga perlu fasilitas perpustakaan yang ideal.
“Sebagian besar umat Islam mendapatkan pengetahuan tentang agama dari masjid, karena masjid menjadi tempat perjumpaan umat paling intensif. Potensinya sentral dalam literasi umat, apalagi Indonesia memiliki jumlah masjid terbanyak di dunia,” jelas Kamaruddin.
Menurutnya, di era digital saat ini, akses pengetahuan tidak terbatas. Namun, pihaknya berharap perpustakaan tetap menjadi sumber pengetahuan yang lebih bermutu bagi umat, tidak hanya secara kuantitatif, tapi juga literatur yang bisa diandalkan.
Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan naskah khotbah Jumat dengan beragam tema periode Juli hingga Desember 2024. "Total ada 25 tema khotbah yang merujuk pada peristiwa besar dalam kalender Hijriah, peristiwa bersejarah bangsa Indonesia, hingga isu kekinian seperti masjid ramah anak, difabel, dan lingkungan," ungkapnya.
Adib menjelaskan, selain diunggah di ELIPSKI (Elektronik Literasi Kepustakaan Islam), materi 25 tema khutbah tersebut akan dicetak dalam bentuk buku saku dan disebar secara luas sebelum akhir Mei 2024. Naskah khotbah Jumat tersebut dapat diunduh melalui platform perpustakaan digital Bimas Islam ELIPSKI, melalui link https://simbi.kemenag.go.id/eliterasi/
An/Mr



