Paser, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kemenag, Waryono Abdul Ghafur bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyerahkan bantuan dana senilai Rp158.735.500, rincian 20 ekor domba beserta kandangnya, biaya operasional satu tahun, pakan ternak, dan pelatihan satu bulan kepada mustahik di Pesantren Trubus Iman Kabupaten Paser, Kaltim, Minggu (9/6/2024). Bantuan ini merupakan bagian dari program Mustahik Zakat Community Development (ZCD), hasil kolaborasi antara BAZNAS dan wakif tanah Pesantren Trubus Iman.
Waryono mengatakan, bantuan tersebut bertujuan untuk mendukung mustahik agar lebih mandiri secara ekonomi. “Penyerahan bantuan ini bertujuan mendukung mustahik di wilayah ini agar lebih mandiri secara ekonomi,” jelasnya.
Waryono mengapresiasi Pesantren Trubus Iman yang memiliki semangat untuk mengembangkan wakaf produktif. Menurutnya, langkah tersebut akan mempercepat kemandirian pesantren.
“Saya menyadari masih banyak pesantren yang belum memiliki wakaf produktif. Karenanya, bantuan dan dukungan ini sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pesantren pada proposal bantuan,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya juga mendorong penggunaan platform digital dalam pengelolaan zakat dan wakaf baik yang dikelola lembaga zakat maupun pihak pemerintah. Waryono menyebut, Kemenag telah memiliki platform SIWAK dan SIMZAT yang menawarkan kemudahan dalam berzakat dan berwakaf.
“Kami juga mengembangkan platform digital untuk mempermudah dan mempercepat proses wakaf. Penting bagi kita untuk membangun kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel,” ungkapnya.
Waryono berpesan agar semua pihak yang hadir untuk mempraktikkan zakat dan wakaf sesuai dengan aturan yang berlaku. Baginya, tidak ada cara lain untuk memastikan dana sosial keagamaan benar-benar berdampak pada masyarakat.
“Kami juga berkolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk aparat kepolisian dan kejaksaan, untuk memastikan praktik keagamaan yang mulia ini tidak dinodai oleh penyimpangan,” ucapnya.
Selain menyerahkan bantuan, Waryono juga meninjau tanah wakaf bersama perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi Kaltim, Kemenag Kabupaten Paser, BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan santri Pesantren Trubus Iman. Ia menegaskan akan mengawal proses pendaftaran tanah wakaf pondok tersebut demi kebaikan bersama baik nazir, wakif, maupun aset wakaf itu sendiri.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan mengungkapkan, program bantuan penggemukan sapi dan pengembangan domba telah berjalan dengan optimal di Samarinda dan daerah lainnya. Usaha tersebut melibatkan pembelian sapi seharga Rp10-12 juta, yang kemudian dipelihara selama 6-8 bulan dan dijual pada saat Iduladha dengan harga yang lebih tinggi.
Nabhan menyebut, penerima bantuan terlebih dahulu diberi pelatihan cara memelihara hewan. “Penerima bantuan hewan ternak ini wajib belajar cara memelihara hewan, sehingga program bisa terus berkembang dan bermanfaat,” terangnya.
Wakif Pesantren Trubus Iman, Tony Budi Hartono melaporkan, pihaknya mewakafkan tanah seluas 375 hektar untuk membangun lembaga pendidikan. Tanah wakaf tersebut dikembangkan menjadi Trubus Sentra Agribisnis (TSA) yang terdiri dari perkebunan kelapa sawit seluas 300 Ha, aren seluas 14 Ha yang memproduksi gula aren cetak, serta kelapa seluas 10 Ha dengan berbagai jenis.
“Selain itu, Pesantren Trubus Iman juga mengembangkan perkebunan kurma seluas 7 Ha dengan 14 varietas dari seluruh dunia, serta tanaman hias vanili dengan kapasitas 1.800 tanaman, budidaya serai merah untuk produksi minyak atsiri, serta memiliki perkebunan nangka, pisang, mangga, salak, durian, dan rambutan,” tandasnya.
Ba/Wcp



