Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, menyampaikan sejumlah program Kemenag dalam menghadapi tantangan tersebut, termasuk peran KUA sebagai pusat literasi zakat dan wakaf, serta sebagai agen smart laku pandai BSI di KUA Revitalisasi.
"Besar harapan BSI bisa menjadi pendamping para 510 penerima manfaat sehingga lebih bankable," ujar Waryono.
Sinergi ini diharapkan dapat terwujud melalui kolaborasi pada program Kampung Zakat, Inkubasi Wakaf Produktif, dan pembinaan mustahik dan nazir. Waryono menekankan perlunya proyek kolaborasi antara BSI dan program strategis zakat dan wakaf untuk mendukung program-program seperti Kota Wakaf, Festival Zakat Wakaf, dan konferensi internasional yang dijadwalkan pada tahun 2024.
Anton Sukarna, Direktur Penjualan & Distribusi BSI, menambahkan bahwa sumber daya manusia Kemenag, seperti penyuluh agama Islam, dapat menjadi agen BSI. Ini dianggap sebagai sinergi positif untuk mengajak masyarakat berzakat, berwakaf, dan meningkatkan literasi zakat dan wakaf.
Koordinasi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung program-program kesejahteraan masyarakat. Waryono berharap agar kolaborasi ini dapat segera dibangun untuk mencapai tujuan bersama dalam menghadapi dinamika kebutuhan zakat dan wakaf di masyarakat.
Fn/Mr



