Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dan Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Kerajaan Saudi Arabia (KSA) berkomitmen memperkuat kerja sama dalam bidang dakwah dan pendidikan wasathiyah (moderat). Hal tersebut dibahas dalam pertemuan kedua kementerian tersebut dengan Rabithah Ma'had al Islami di Aula Pondok Pesantren As Shiddiqiyah, Jakarta, Kamis (16/5/2024).
Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, mewakili Dirjen Bimas Islam, menegaskan pentingnya kerja sama antara Indonesia dan Saudi Arabia dalam mengembangkan dakwah dan pendidikan wasathiyah di dunia Muslim. "Indonesia dan Kerajaan Saudi Arabia harus menjadi model bagi masyarakat muslim dunia dalam mengembangkan keberagaman yang wasathiyah sehingga stigma positif tentang Islam bisa didorong dalam pergaulan masyarakat global," ujar Zayadi.
Zayadi juga menyebut, Kemenag memiliki Majelis Dai Kebangsaan (MDK) yang tersebar di seluruh Indonesia. Para dai ini merupakan agen dakwah yang menyebarkan pesan moderat di masyarakat. Dikatakannya, para dai akan dipersiapkan untuk mengikuti pelatihan di KSA dan negara-negara Timur Tengah guna memperdalam pengetahuan mereka dalam bahasa Arab, pengembangan dakwah, dan pelatihan lainnya untuk memperkuat penyampaian pesan moderat dan perdamaian kepada masyarakat.
Sementara itu, Wakil Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan KSA, Syeikh Dr. Awad bin Sabti Al Anzi, menyatakan, KSA sangat terbuka untuk penguatan dakwah dan pendidikan yang _wasathiyah_.
"Pintu universitas kita terbuka luas bagi lulusan pesantren dan pendakwah, untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kampus-kampus Saudi Arabia dan negara-negara Timur Tengah lainnya," jelas Syeikh Awad.
Syeikh Awad menambahkan, sebagai sesama negara dengan penduduk mayoritas Muslim, Indonesia dan Saudi Arabia memiliki tantangan dalam menangani berbagai persoalan umat Islam, termasuk dekadensi moral dan penyimpangan paham keagamaan seperti intoleransi. "Peranan pendakwah dan pendidik semakin penting di tengah maraknya paham keagamaan intoleran baik di Indonesia maupun di KSA," ujarnya.
Sebelumnya, pada Rabu (15/5/2024), Syeikh Awad melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin, di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta. Pertemuan tersebut membahas peran Indonesia dan Arab Saudi dalam dunia Islam terkait moderasi beragama dan Majelis Dai Kebangsaan yang dimiliki Kemenag.
Ba/Mr



