Jakarta, Bimas Islam – Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) untuk merancang program pembinaan masjid perkotaan. Kerja sama ini sejalan dengan Peta Jalan Kemasjidan 2022-2024 yang disusun Kemenag.
“Masjid-masjid perkotaan menjadi salah satu target utama dalam Peta Jalan Kemasjidan 2022-2024. Misi LD PBNU adalah menyasar dakwah di masjid perkotaan yang tentu saja sejalan dengan peta jalan tersebut. Untuk itu, kedua lembaga bekerja sama untuk merancang program pembinaan masjid perkotaan,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Kemenag, Adib mengulas Focus Group Discussion Pembinaan Masjid Perkotaan di Jakarta, Selasa (9/7/2024).
Adib mengatakan, kerja sama tersebut akan berfokus pada penguatan peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat perkotaan. Karenanya, sinergi antara pemerintah dan LD PBNU diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dakwah di kawasan perkotaan.
“Dengan dukungan dari LD PBNU, program-program dakwah yang dijalankan di masjid perkotaan diharapkan membawa dampak positif untuk memperkuat dakwah di masjid perkotaan,” ucapnya.
Adib berharap, kerja sama yang memiliki visi dan misi yang sejalan dengan pemerintah terus berlanjut dan berkembang, terutama dalam hal moderasi dan pemberdayaan masjid. Ia menyebut, moderasi beragama dan pemberdayaan masjid merupakan dua aspek penting yang menjadi fokus dalam peta jalan kemasjidan.
“Moderasi beragama bertujuan menjaga keseimbangan dalam praktik keagamaan, sementara pemberdayaan masjid difokuskan pada penguatan kapasitas dan peran masjid dalam masyarakat,” terangnya.
Sebelumnya, Plh. Ketua LD PBNU, KH Choirul Anam mengungkapkan pentingnya pembinaan masjid di perkotaan yang diisi oleh dai/penceramah, atau khotib dari kalangan yang mendukung program pemerintah, termasuk moderasi beragama yang merupakan satu di antara tujuh program prioritas Menag Yaqut Cholil Qoumas. Pembinaan ini dianggap sangat krusial untuk menyebarkan ajaran Islam yang moderat.
“Pembinaan masjid di perkotaan menjadi sangat penting. Nantinya, LD PBNU juga akan bersinergi dengan Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) untuk mengisi pembinaan di masjid perkotaan,” ungkapnya dalam kegiatan FGD Pembinaan Masjid Perkotaan di Depok, Jumat (5/7).
Dengan adanya pembinaan yang terarah dan didukung para dai dan khotib yang kompeten, imbuhnya, diharapkan masjid-masjid di perkotaan dapat menjadi pusat penyebaran ajaran Islam yang moderat, memberi pemahaman yang mendalam kepada masyarakat, serta berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan berkualitas.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang bertujuan memperkuat peran masjid perkotaan yang menyebarkan ajaran dan pemahaman Islam yang moderat melalui dakwah,” pungkas KH Choirul Anam.
FGD Pembinaan Masjid Perkotaan yang digelar di Depok dari 5 hingga 7 Juli 2024, dihadiri 50 utusan Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama wilayah dan cabang dari berbagai daerah.
Wcp/Mr



