Surabaya, Bimas Islam-- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Kementerian Agama, Adib meminta aktor resolusi konflik turut serta menjaga harmoni dan mencegah terjadinya konflik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 November mendatang. Adib mengutip harapan Menteri Agama kepada penyuluh agama dan penghulu agar menjadi garda depan dalam membangun harmoni.
"Kita tahu, sebentar lagi akan menghadapi proses Pilkada yang serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Biasanya momen seperti ini menjadi pemicu terjadinya konflik sosial. Bahkan, Pilkada harusnya lebih kita waspadai dibanding dengan Pilpres dan Pileg. Pak Menteri sangat-sangat berharap agar para penghulu dan penyuluh berada di garis terdepan dan menjadi sosok yang betul-betul membangun harmoni," ujar Adib saat menutup kegiatan Sekolah Penyuluh Agama dan Penghulu Aktor Resolusi Konflik (SPARK) 2024 zona D di Surabaya, Kamis (25/7/2024).
Adib mengatakan, Pilkada memiliki kerawanan konflik yang sangat tinggi. Karena itu, kehadiran aktor resolusi konflik (penyuluh agama dan penghulu) diharapkan mampu mencegah terjadi konflik di masing-masing daerah.
"Dan ini (Pilkada) tingkat kerawanannya sangat tinggi. Oleh karena itu, hadirnya para aktor resolusi konflik diharapkan bisa ikut serta mencegah dan memitigasi konflik," ucap Adib.
Ia menginginkan, peserta SPARK di semua angkatan pertama dapat dilibatkan secara aktif sebagai aktor perdamaian di daerahnya. Hal tersebut diikuti dengan aktivasi instrumen berupa aplikasi digital yang dapat digunakan dalam memitigasi dan merespons dini konflik.
"Nanti kawan-kawan yang sudah ikut SPARK dari angkatan pertama sampai terakhir kita akan coba hidupkan, kita aktivasi semua, termasuk nanti angkatan terakhir, kita aktivasi dengan instrumen aplikasi. Kita harapkan semua bisa menggunakan, lalu kemudian diaktivasi seluruhnya dan kita harapkan para peserta yang mengikuti SPARK bisa menjadi aktor dan agen di daerahnya masing-masing untuk penanganan konflik," ungkap Adib.
Adib berpesan, upaya tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan amanah pemerintah kepada penyuluh agama dan penghulu untuk merawat kerukunan umat beragama. "Kita menjadi orang-orang yang diberi amanah dan tanggung jawab yang sangat besar dari pemerintah untuk merawat kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat, terutama kerukunan umat beragama," pungkas Adib.
Fn/Mr



