Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Penerangan Agama Islam (Kemenag), Ahmad Zayadi, mendorong Penyuluh Agama Islam menjadi pribadi yang kreatif dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya Islam di tengah berkembangnya budaya pop. Penyuluh, menurutnya, dapat memperkuat pesan-pesan keagamaan pada generasi muda melalui medium seni dan budaya.
"Kita punya peran menjaga seni budaya, agar anak cucu kita mengenal sejarah. Di sisi lain, kita juga harus melakukan inovasi untuk mengimbangi budaya pop dan sebagainya," jelasnya pada kegiatan Penyuluh sebagai Agen Seni Budaya Islam di Jakarta, Selasa malam (28/5/2024).
Zayadi menjelaskan, seni budaya terus berkembang. Sehingga, penyuluh harus memiliki kreatifitas untuk menyelaraskannya dengan nilai-nilai agama. Sebab, imbuhnya, mengakomodasi budaya lokal menjadi salah satu indikator moderasi beragama.
"Kita berharap selain memberi penyuluhan dan membimbing masyarakat tentang keagamaan, penyuluh dapat membaur dengan kebudayaan, karena sikap moderat itu salah satunya akomodatif terhadap budaya lokal," jelasnya.
Kegiatan Penyuluh sebagai Agen Seni Budaya Islam itu dihadiri Penyuluh Agama Islam dari 34 provinsi. Narasumber yang dihadirkan terdiri dari Lembaga Seni Budaya Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia, seniman, hingga akademisi. Kegiatan itu berlangsung Selasa hingga Kamis (28-30/5/2024).
Ba/Mr



